Skip to main content
×

Mantra Sunyi dari Puncak Mutis oleh Honing Alvianto Bana

Advertise

Advertise

    Mantra Sunyi dari Puncak Mutis oleh Honing Alvianto Bana


    Mantra Sunyi Dari Puncak Mutis

    Aku menyembah kepada semua diatas tanahku,
    Kepada Uis neno, kepada Uis pah, dan kepada Leluhurku.

    Aku meminta ijin kepada semua usif-usif diatas tanahku,
    Maka ijinkanlah aku sedikit mengungkapkan perasaanku untukmu, manisku.

    Aku adalah kesadaran-kesadaran tak bersilsilah,
    Yang melayang diatas rahim-rahim tempat kau berteduh.

    Aku adalah khayalan-khayalan penunggang kuda sepi,
    yang mengilhami penenun-penenun dari hatimu yang sunyi.

    Akulah yang pertama membalut tubuh mungilmu,
    dengan selimut-selimut lusuh yang luput tak tersentuh makna.

    Akulah pelangi yang terbit dari matamu,
    setelah embun membasahi pipimu yang jingga.

    akulah kabut-kabut kapas yang memelukmu dengan mesra,
    disaat musim-musim terlampau berat bagimu.

    akulah semburan mantra dibibir-bibir pasar,
    tempat perempuan-perempuan bermulut merah menaruh harap.

    akulah yang merendam sedihmu,
    saat menatap mayat-mayat kaku dibandara hatimu.

    akulah yang berbisik halus ditelingamu,
    tentang gizi buruk akan selalu mesra dengan kerusakan lingkunganmu.

    Akulah mata semesta yang masih terus terjaga,
    Sejak dermaga diujung selatan mulai mengintai tulang-tulangmu .

    Aku adalah hening dipundak-pundak mutis,
    Yang meski sehelai daun jatuh pun tak bisa mengusik keheninganku.

    Aku adalah sesuatu, manisku.
    Yang hanya bisa kau kenali dari tempat paling bersejarah dihatimu.

    Iya, karna hanya disitu semua tentangku tertulis dengan jujur.

    Mantra Sunyi dari Puncak Mutis oleh Honing Alvianto Bana


    Postingan ini dikirim oleh:
    Honing Alvianto Bana

    TENTANG PENULIS:
    Honing Alvianto Bana (Hoba), seorang penggiat pariwisata yang selalu membagikan informasi seputar dunia traveller lewat fanpage Promosi Wisata TTS yang ia kelola bersama beberapa temanya.

    Baca Juga
    https://www.bloggerntt.com/2019/07/mantra-sunyi-dari-puncak-mutis-oleh.html

    Bacaan Menarik Lainya:

    Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
    Buka Komentar
    Tutup Komentar