Iklan Billboard 970x250

Artikel Terkait

Untuk Anda yang mau mengirimkan karya literasimu, baik itu cerpen, puisi, esai dan karya literasi lainya, silahkan Anda buka disini Kirim Artikel. LINK UNDUH SUDAH SAYA PERBAIKI. (Khusus Pada Artikel Aplikasi Android )

×
SENJA DI DERMAGA LAMA, Kumpulan Puisi Oleh Umbu Nababan

Iklan 728x90

SENJA DI DERMAGA LAMA, Kumpulan Puisi Oleh Umbu Nababan

    SENJA DI DERMAGA LAMA, Kumpulan Puisi Oleh Umbu Nababan


    Senja di dermaga lama I

    Tubuh berbaring pada angin barat
    Senjakala tiba ketuk kenangan penuh jerat
    Kaki muda melangkah menuju bulan sore
    Di pelabuhan tua aku mencari malam

    Kapal kapal tua padat antri
    Pemancing ramai murung berseri
    Sampan kecil malu malu
    Mengintip cinta remaja bertalu talu

    Biru berdendang hanyut tenang
    Belai jiwa jiwa yang tiada senang
    Hangat bulan sore memanggil yang di kenang
    Cerita lama kembali benderang

    mata memandang…
    sepasang madu berkejaran
    mengganggu dua insan keropos
    yang lagi menikmati kenangan
    kala muda di pelabuhan lama

    di pelabuhan ini damai disemai
    saat bayang lekuk bukit bercumbu senja
    bulan sore yang hampir berbaring di gunung meja
    rubah cakrawala biru jadi merah
    semua satu dalam pelukan angin laut yang kadang marah

    hmmm….

    Damai sudah hati
    Kilau lampu bersahut sahut
    Tanda malam akan tinggi
    Mengundang kaki muda beranjak pergi

    Dermaga lama, waingapu,2009



    Marsinah….

    Suaramu masih merdu
    Terdegar dari kubur batu
    Berteriak dengan suara Satu
    “ayo lawan.. ayo lawan”

    Marsinah….

    Gadis kecil semampai
    kini di bawah rampai
    masih mengirim doa nyeri
    tentang buruh yang mati ngeri

    kamar laba laba putih, 02,mei,2011
    (may day)



    sajak lagu rakyat

    Ku dengar nyanyian sumbang
    Bersuara usang
    Bernada kotor
    Karna kalian koruptor

    ...Kudengar lagi nyanyian merdu
    Dari pemulung bersuara sendu
    Sejenak buat kami lelap
    Di trotoar malam gelap

    kamar laba laba putih,29,april,2011



    Taman tarimbang

    Aku akan memberi cerita
    Tentang tanah landai
    Di peluk bukit berpohon jarang
    Berpeluh hangat angin tropis
    Bersembunyi di selatan marapu

    Bila ingin sedikit damai
    Pergilah mengejar biru yang mencumbu pasir
    Di selimuti tarian ombak tiada malas
    Saling berlomba menabur buih pada kokoh karang purba

    Kala pagi bangun
    Harum cemara menyambut hidung
    Pipit pipit pagi beruji suara dengan ombak
    Ada setapak berbuntu laut bermandi tetes embun

    Bila siang tinggi
    Cahaya menikam nikam mata dan badan
    Wanita wanita bertelanjang kaki,
    Beradu dengan barisan tiga batu berasap rempah
    Pria pria bercinta dengan lumpur hitam harum sawah,

    Saat senjakala
    Apalagi yang bisa terurai kata
    Damai dan mata duduk berdampingan
    Menatap kemerahan dipermukaan biru hingga cakrawala
    Layaknya jembatan yang di bangun Mahawarna

    Akhirnya malam klimaks
    Pelita tergantung pada gedek lusuh
    Hening hanya suara ombak, sepoi cemara
    Bintang bintang jadi lentera
    Bersama kunang kunang ramai

    Sempat lah mampir pada tarimbang
    Tanah landai di selatan


    Kamar laba laba putih, 28, april,2011



    pulau yang aneh

    pulau yang aneh?
    para petani tak punya sawah
    guru tak memiliki buku
    nelayan tak punya perahu


    apakah ini pulau ku?
    aku dan mereka terpisah "suku"
    cinta di tebas parang
    pendetapun berwajah garang

    ini memang pulauku
    pemimpinya hobi berpuisi
    dan doyan tidur karna hatinya ngorok
    kala perut buncitnya tertindis emas batangan

    6 february 2011, kamar laba laba putih



    INI ANCAMAN!!!!! (III)

    Kala lonceng berdentang..
    Dia akan datang
    Mengadili dengan lantang
    Menghabisi mereka tanpa memandang

    Akan tiba ratu adil
    Membagi cinta dan bedil
    Mencabut nyawa raja raja kecil
    Mengirim tuan di pertuan ke neraka terpencil

    Mereka yang di rumah rakyat
    Akan busuk menjadi mayat
    Dan dilempar ke teluk buyat

    Mereka yang di istana megah
    Di kebiri karna Dia jengah
    Semuanya dibunuh tanpa pernah lengah...

    Hati hati wahai penguasa lalim
    Ini ancaman dan doa kami

    kamar laba laba putih,19,april,2011



    Senja di dermaga lama I

    Tubuh berbaring pada angin barat
    Senjakala tiba ketuk kenangan penuh jerat
    Kaki muda melangkah menuju bulan sore
    Di pelabuhan tua aku mencari malam

    Kapal kapal tua padat antri
    Pemancing ramai murung berseri
    Sampan kecil malu malu
    Mengintip cinta remaja bertalu talu

    Biru berdendang hanyut tenang
    Belai jiwa jiwa yang tiada senang
    Hangat bulan sore memanggil yang di kenang
    Cerita lama kembali benderang

    mata memandang…
    sepasang madu berkejaran
    mengganggu dua insan keropos
    yang lagi menikmati kenangan
    kala muda di pelabuhan lama

    di pelabuhan ini damai disemai
    saat bayang lekuk bukit bercumbu senja
    bulan sore yang hampir berbaring di gunung meja
    rubah cakrawala biru jadi merah
    semua satu dalam pelukan angin laut yang kadang marah

    hmmm….

    Damai sudah hati
    Kilau lampu bersahut sahut
    Tanda malam akan tinggi
    Mengundang kaki muda beranjak pergi

    Dermaga lama, waingapu,2009


    PERCAKAPAN JAKARTA DAN SUMBA I

    Percakapan Jakarta dan sumba (era sebelum 2000an)
    Sumba : met pagi ibu apa kabar?
    Jakarta : kabar baik, kamu siapa memanggil ku ibu….
    Sumba : aku sumba ibu, anakmu yang di ujung selatan Negara ini…
    Jakarta : oh, yang memiliki gunung tambora… aku ingat aku ingat…. Gimana kabarmu
    Sumba : bukan ibu itu Sumbawa, aku ini sumba yang memiliki padang yang luas, kuda yang tangguh, yang memiliki pasola
    Jakarta : yang sepengetahuanku itu milik anakku yang bernama Sumbawa.. maaf aku tak mengenalmu…..
    Sumba : hmmmm…. Ibu ini ada peta gay a…. katanya di kota metropolitan, bedakan sumba sama Sumbawa saja ga mampu “goblok”!!!!

    Percakapan Jakarta dan sumba (era setelah 2000an, era eksplorasi tambang)
    Jakarta :met pagi anakku, negri indah di selatan persada…
    Sumba : baik baik ibu, tumben ibu menegurku…
    Jakarta : aku merindukanmu anak ku…. 
    Sumba : trimakasih ibu ku…. Aku pun sangat merindukanmu ibuku…
    Jakarta : bagaimana kabarmu, tapi sudahlah, bagaimana kabar emasmu, bagaimana kabar pasir besimu, bagaimana kabar manganmu (ooopppss, keceplosan deh… hhheeh)
    Sumba :dasar matre!!!! Aku baik baik saja….
    Jakata :akan ku bangun mall, akan ku perbanyak sekolah, akan ku beri dokter gratis… dan banyak lagi… engkau sungguh indah anakku, emasmu banyak, pasir besimu berlimpah,… engkau indah anakku…
    Sumba : kenapa baru skarang ibu????
    Jakarta ; maklum aku orang sibuk, n kau mengerti sudah… prosedurnya panjang ….
    Sumba : baiklah kalo kaya gitu, ini ada sirih pinang… makanlah sedikit…
    Jakarta : maaf anakku yang berkemilau, aku biasanya makan pizza…. Wueekkk..

    Bersambung……….

    Kamar laba laba putih,19 april, 2011




    Syair tak sempurna buat "mama" yang sempurna

    Wajahmu kini mulai keriput
    goresan umur yg mulai lapuk
    tak surutkan sosok wanita yg sempurna
    "mama sa mau baju yang itu"
    "tunggu umbu e... Pas mama dapat gaji dulu e.."

    sentuhan tangan mengajarkan ku pada kasih yang tulus
    kata mereka surga di bawah telapak kaki ibu
    tapi bagiku kaulah surga itu...
    "mama ajar sa dansa dulu"
    "satu, dua, satu... Ingat kau yang bawa perempuan!!"

    kau menerangi dalam intaian kejamx lucifer..
    Kau menjelaskan tentang gambar hidup..
    "ma.. Knapa sa pu teman su ada jerawat"
    "lahu ni.. Kau kan masih kecil.. Nanti ti lama juga kau pasti mengerti.. Hahahahaha"

    ma' sungguh engkau
    empunya cinta dan kasih
    lewat senyum dan tangismu
    yan jaga aku dalam hidup..
    "oe.. Suara perempuan sapa lai disitu.?"
    "tidak ma.. Ini adik adik perempuan disini"

    ketika ku datang
    hanya kau yang menyambut ku dgn ciuman hidung
    bentuk kasih sayan seorang wanita sumba
    saat ku pergi
    kau melepaskan ku dengan "tanda salib" di dahiku
    menguatkan kau sebagai ibu yang khatolik
    "umbu ingat ew.."
    "ia ma' sa jalan dulu ew.. Daaaaa"

    maaaf mama ew..
    I luv u mom
    sori tak bisa mengucap langsung
    betapa cintanya aku padamu..

    Teruntuk : elisabeth praing
    ibu terbaik sedunia bagiku



    INI ANCAMAN!!! (II)

    Bumi “tau humba”
    Terampas “tau jawa”
    ciptakan kami tak punya rasa
    tersebab benci telah mengaliri raga

    kami membakar 
    kala anjing asing menyiram kasar
    Menghina para leluhur
    Setelah puas, keparat itu langsung kabur

    Hai kalian para pemimpin
    Jangan sok bising
    Diam diam mencumbu sepatu bangsa asing
    Mejajakan moral di atas piring

    emas kami harus terukir dibumi
    Tetaplah mejadi milik anak cucu kami
    Bila tau jawa tetap mencuri!!!!!
    benarkan kami, “mereka” kami kebiri!!!!!


    Aku di negri, penghujung negara
    Terlahir di pembaringan dewa marapu
    Darah bunga mengalir kencang dalam tiap jengkal badan
    Di besarkan oleh senandung angin rumput savanna
    Buatku nyenyak di bebatuan kerontang

    Di sana negri dewa
    Terkawal hentakan derap sandle
    Sampaikan irama irama kebebasan
    Membuat nyali “tau jawa” terbang

    Bila tiba waktuku…
    Terbelitlah tubuh dengan kombu
    ku ingin berbaring bersama petir
    Di lembah wanggametti



    Kamar laba laba putih 06 april 2011


    Postingan ini dikirim oleh:
    Umbu Nababan


    Tinggal di Kota Waingapu, Sumba Timur. Dari Kananggar, Nusa Tenggara Timur, Indonesia
    Baca Juga
    SHARE
    Marko Kono
    Hi, My name is Marko. Pencinta Malam, Penyuka Hitam, Penikmat Gelap dan Pengurus Tapaleuk, hehehe 😃 Selain blogging, punya pekerjaan pribadi sebagai Staf Teknik bagian Pengawasan Proyek. Teknik Sipil menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupanya.
    Masukan Email Anda Untuk Dapatkan Update GRATIS!

    Artikel Terkait:

    Post a Comment

    Iklan Tengah Post