Iklan Billboard 970x250

Artikel Terkait

Untuk Anda yang mau mengirimkan karya literasimu, baik itu cerpen, puisi, esai dan karya literasi lainya, silahkan Anda buka disini Kirim Artikel. LINK UNDUH SUDAH SAYA PERBAIKI. (Khusus Pada Artikel Aplikasi Android )

×
Lepo Lorun, Usaha Mempertahankan Warisan Budaya dari Maumere Flores

Iklan 728x90

Lepo Lorun, Usaha Mempertahankan Warisan Budaya dari Maumere Flores

    Bloggerntt.com - Lepo Lorun, Usaha Mempertahankan Warisan Budaya dari Maumere Flores, Jika berbicara dunia fashion di dalam negeri, sebenarnya Indonesia banyak sekali memiliki benda-benda seni bernilai tinggi yang berkaitan dengan industri mode yang bisa dimanfaatkan untuk menambah keragaman dari dunia fashion dalam negeri.

    Lepo Lorun, Usaha Mempertahankan Warisan Budaya dari Maumere Flores

    Songket, tenun ikat, dan batik merupakan sebagian kecil dari barang seni bernilai tinggi yang tentu bisa dimanfaatkan oleh para pelaku industri mode di Indonesia, dan diolah menjadi sebuah barang bermutu tinggi. Saat ini sudah banyak usaha yang digalakkan untuk menggerakan penggunaan barang tradisional dalam industri fashion di Indonesia.

    Yang menjadi pertanyaan sekarang adalah apakah minat masyarakat Indonesia untuk membeli barang-barang tersebut sudah tinggi? Salah satu faktor yang mendukung bertahannya barang-barang seni bernilai tinggi tersebut adalah minat para konsumen untuk menggunakannya. Selain itu pula, kita harus bertanya kontribusi apakah yang telah dilakukan untuk mempertahankan kelestarian dari barang-barang seni tersebut.



    Sentra Industri Lokal Lepo Lorun

    Sentra Industri Lokal Lepo Lorun (STILL) merupakan salah satu bukti nyata dari usaha pelestarian barang seni bernilai tinggi yang berada di Desa Nita, Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Diprakarsai oleh Alfonsa Horeng, sentra industri ini diresmikan pada 24 Mei 2004 dan bertujuan untuk mempertahankan budaya yang sudah turun-temurun diwariskan oleh para leluhur, serta mengenalkan produk tenun ikat tersebut ke luar daerah bahkan luar negeri. 

    Pembuatan tenun ikat di STILL masih dikerjakan secara manual dan proses pewarnaan tenun ikat ini masih menggunakan bahan-bahan alami yang didapat dari kulit tanaman mengkudu, kayu pohon hepang, dadap serep, kunyit, dan kulit pohon mangga. Alfonsa Horeng mengaku sentra industri ini pada awalnya hanyalah proyek "iseng" semata, kemudian menggarap proyek ini lebih serius ketika melihat keseriusan dari ibu-ibu yang diajaknya bergabung dalam mengerjakan proyek ini.

    Sentra tenun ikat ini tersebar di tujuh belas desa di Kabupaten Sikka. Para penenun diberi gelar seniwati karena menurut Alfonsa, tenun ikat merupakan seni yang bernilai tinggi dan juga bagian dari identitas budaya bangsa yang bernilai folk art. Melihat usaha dari para ibu-ibu di Kabupaten Sikka, sudah seharusnya kita mulai ikut berkontribusi untuk melestarikan barang seni yang bernilai sangat tinggi ini. Salah satu bentuk kontribusi yang nyata ialah membantu menyebarkan informasi mengenai keistimewaan tenun ikat ini.

    Rute Menuju ke Sentra Industri Lokal Lepo Lorun (STILL) 

    Berkendara  15 menit ke arah selatan kota Maumere,jalan aspal berkelok akan menghantar kita ke salah satu sentra kain tenun yang ada di kabupaten Sikka, kabupaten yang terletak di tengah pulau Flores.

    Lepo Lorun,ya, begitulah Alfonsa Horeng atau yang lebih akrab disapa kak Alfonsa,  leader dan pendiri  menamamakan tempat pelestarian budaya ‘nian tana’, sebutan lain untuk kabupaten Sikka. Fokus pada pelestarian ‘tenun ikat’, Lepo Lorun merupakan sekelompok ibu-ibu yang melakukan proses tenun secara bersama-sama yang dikumpulkan kak Alfonsa dari sekitar tempat tinggalnya.

    Terdiri dari 3 bangunan utama, Rumah tamu dan galeri di bagian tengah, rumah tenun di sisi kanan dan semacam ‘home stay’ di sisi kiri, Lepo Lorun dibangun dengan dasar kayu dan batang kelapa, bambu, serta beratap alang-alang. Di depan ketiga bangunan utama terdapat halaman cukup luas dengan ikon bangku yang terbuat dari bambu. Sandarannya berupa nama dan alamat Lepo Lorun yang ditulis menggunakan cat putih diatas papan-papan kecil memanjang dengan bentuk seperti tak beraturan, namun langsung menarik minat pengunjung untuk berfoto di depannya, sebagai tanda “kami sudah pernah ke Lepo Lorun lho”.

    Selain murni memproduksi kain tenun atau yang lebih sering dikenal dengan “tenun ikat”, Ibu-ibu disini juga membuat beberapa aksesoris seperti selendang, tas, bandana, baju terusan untuk wanita, menggunakan bahan dasar kain tenun. Kain tenun di Lepo Lorun diproses secara alami oleh tangan-tangan wanita tangguh penuh kesabaran. Mulai dari proses memintal benang, mengikat motif, mewarnai sampai menjadi kain tenun seutuhnya dengan motif-motif khas kabupaten Sikka.

    Selain membuat kain tenun, Lepo Lorun yang dipimpin kak Alfonsa ini sudah mengelilingi banyak negara diantaranya Perancis, Ameika Serikat, Panama dan Chili, untuk memberikan seminar di kampus-kampus dan mempresentasikan proses “tenun ikat”. Salah satu kampus yang disebutkan adalah Universadad Nacional Autonoma de Mexico di Meksiko. Album-album foto perjalanan kak Alfonsa sebagai leader ke berbagai negara  disimpan di lemari berukuran sedang, di samping meja panjang yang disediakan sebagai tempat berbincang di rumah tamu Lepo Lorun.

    Sentra ‘tenun ikat’ yang terletak di daerah Nita ini juga membuka diri untuk kunjungan harian untuk para wisatawan, sekedar mengetahui produk-produk yang dihasilkan atapun kunjungan beberapa hari sekaligus belajar secara garis besar pembuatan ‘tenun ikat’. “Tidak ada kelas yang kaku, semua bisa dibicarakan jika ingin. Kita bisa mengemasnya, mau sehari, 3 hari ataupun seminggu, atau lebih lama lagi juga tidak masalah. Di sini bisa kita atur sesuai kesepakatan” tandas kak Alfonsa.

    Fasilitas dan Akomodasi di Sentra Industri Lokal Lepo Lorun (STILL) 

    Di Lepo Lorun juga disediakan ‘home stay’ yang desainnya sangat tradisional. Rumah panggung dengan dua bilik disediakan bagi siapa saja yang memilih untuk tinggal selama mengikuti kegiatan ataupun siapa saja yang tertarik  ingin menginap di komplek Lepo Lorun. Di belakang rumah panggung ini terdapat kebun kelapa dan kopi yang juga melingkari komplek Lepo Lorun sebagai pagar alami yang memisahkan tempat ini dari perumahan warga sekitar. Di sela-sela kebun kelapa terdapat kebun khusus yang digunakan untuk membudidayakan kapas, untuk menghasilkan bahan dasar benang dan beberapa tanaman seperti mengkudu, tarum dan nila yang juga digunakan sebagai pewarna  kain tenun dari Lepo Lorun.

    Mengelilingi komplek Lepo Lorun saat pagi hari ditemani sisa embun semalam membuat pikiran menjadi tenang. Terletak diatas ketinggian dan jauh dari kota yang disesaki kendaraan bermotor membuat suasana disini begitu hening. Begitu pula malam yang hanya ditemani suara hutan, membuat malam terasa lebih panjang dan membantu kita menemukan ‘sesuatu’ disini. Tidak hanya sebagai sentra ‘tenun ikat”, Lepo Lorun dengan daya magisnya bisa menjadi tempat lahirnya ide-ide kreatif yang selalu diikuti kultur budaya lokal sebagai ciri khas. Paling tidak itulah yang diungkapkan beberapa orang yang saya temui, yang pernah berkunjung ke Lepo Lorun.




    Galery Foto Sentra Industri Lokal Lepo Lorun

    Lepo Lorun, Usaha Mempertahankan Warisan Budaya dari Maumere Flores

    Lepo Lorun, Usaha Mempertahankan Warisan Budaya dari Maumere Flores

    Lepo Lorun, Usaha Mempertahankan Warisan Budaya dari Maumere Flores

    Lepo Lorun, Usaha Mempertahankan Warisan Budaya dari Maumere Flores

    Lepo Lorun, Usaha Mempertahankan Warisan Budaya dari Maumere Flores

    Lepo Lorun, Usaha Mempertahankan Warisan Budaya dari Maumere Flores

    Lepo Lorun, Usaha Mempertahankan Warisan Budaya dari Maumere Flores

    Lepo Lorun, Usaha Mempertahankan Warisan Budaya dari Maumere Flores

    Lepo Lorun, Usaha Mempertahankan Warisan Budaya dari Maumere Flores

    Lepo Lorun, Usaha Mempertahankan Warisan Budaya dari Maumere Flores

    Lepo Lorun, Usaha Mempertahankan Warisan Budaya dari Maumere Flores

    Lepo Lorun, Usaha Mempertahankan Warisan Budaya dari Maumere Flores

    Lepo Lorun, Usaha Mempertahankan Warisan Budaya dari Maumere Flores

    Lepo Lorun, Usaha Mempertahankan Warisan Budaya dari Maumere Flores

    Lepo Lorun, Usaha Mempertahankan Warisan Budaya dari Maumere Flores

    Lepo Lorun, Usaha Mempertahankan Warisan Budaya dari Maumere Flores

    Penutup

    Yang membedakan Tenun Lepo Lorun dengan lainnya adalah  merupakan tenun ikat di Flores yang masih dikerjakan secara manual dan proses pewarnaan tenun ikat ini masih menggunakan bahan-bahan alami yang didapat dari kulit tanaman mengkudu, kayu pohon hepang, dadap serep, kunyit serta kulit pohon mangga.

    Pembuatan tenun ini digarap oleh Sentra Industri Lokal Lepo Lorun (STILL) yang diprakarsai oleh Alfonsa Horeng dengan tujuan melestarikan seni dan budaya Indonesia.

    Sentra tenun ikat ini tersebar di tujuh belas desa di Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur, yang sudah ada sejak tahun 20014. Untuk mempertahankan budaya yang sudah turun-temurun diwariskan oleh para leluhur, para penenun yang diberi gelar seniwati ini sangat berkontribusi dalam melestarikan barang seni yang bernilai sangat tinggi ini.

    Sekian review mengenai Lepo Lorun, Usaha Mempertahankan Warisan Budaya dari Maumere Flores, Semoga bermanfaat. Salam.
    Baca Juga
    SHARE
    Marko Kono
    Hi, My name is Marko. Pencinta Malam, Penyuka Hitam, Penikmat Gelap dan Pengurus Tapaleuk, hehehe 😃 Selain blogging, punya pekerjaan pribadi sebagai Staf Teknik bagian Pengawasan Proyek. Teknik Sipil menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupanya.
    Masukan Email Anda Untuk Dapatkan Update GRATIS!

    Artikel Terkait:

    Post a Comment

    Iklan Tengah Post