Iklan Billboard 970x250

Artikel Terkait

Untuk Anda yang mau mengirimkan karya literasimu, baik itu cerpen, puisi, esai dan karya literasi lainya, silahkan Anda buka disini Kirim Artikel. LINK UNDUH SUDAH SAYA PERBAIKI. (Khusus Pada Artikel Aplikasi Android )

×
Kumpulan Puisi Terbaik Karya Imelda Hebi #1

Iklan 728x90

Kumpulan Puisi Terbaik Karya Imelda Hebi #1

    puisi cinta,puisi cinta jarak jauh,puisi cinta sedih,puisi cinta sejati,puisi cinta lucu,puisi cinta ldr,puisi cinta dalam doa,puisi cinta dalam diam,puisi cinta bahasa inggris,puisi cinta bahasa kantonis

    Bloggerntt.com - Kumpulan Puisi Terbaik Karya Imelda Hebi #1, selamat datang kembali di bloggerntt.com. Kembali kami bagikan kepada Anda beberapa kumnpulan puisi terbaik karya saudari Imelda Hebi dari Pulau Sumba untuk Anda. Selamat membaca.

    Hei, Aku Jatuh Cinta!

    Hei aku bocah yang sedang jatuh cinta!
    Ketika pertama kali merasakan manis ciuman, bagai memangku purnama
    Aku tau aku sedang beruntung untuk hidup
    Tak ada yang dapat menyamai kebahagiaanku
    Walau sekedar coba – coba

    Hei aku bocah yang di mabuk asmara!
    Aku tak peduli siang ini terik atau tidak
    Karena kecintaanku bukan pada musim dingin
    Aku telah berhasil merengkuh seseorang
    Bayangkan bukan dua, tiga atau lima!

    Hei lihat aku tersenyum dengan mataku
    Aku sudah menemukan arah tatapanku
    Bukan pada cat pudar tembok atau pil koplo
    Aku telah menggusur kenangan lama penuh kriminalitas
    Bukan juga pada keputusasaan akan hidup ini
    Aku sudah bahagia sekarang

    Hei aku menolak berada diruangan gelap hari ini
    Juga walau dengan lilin
    Aku mau udarah pagi dan mentari cerah
    Sekedar untuk melihat dunia lebih jelas
    Dan mengecup indah wajah yg berseri
    Aku akan tidak menggoresi wajahku dengan kemunafikan lagi
    Hidup ini telalu menakjubkan untuk dijalani dengan wajar

    Hei ini aku kawan!
    Aku yang hari ini
    Aku yang bukan kemarin

    6 november 2011
    momen indah melihat yang lagi jatuh cinta
    [hehehe]

    puisi cinta,puisi cinta jarak jauh,puisi cinta sedih,puisi cinta sejati,puisi cinta lucu,puisi cinta ldr,puisi cinta dalam doa,puisi cinta dalam diam,puisi cinta bahasa inggris,puisi cinta bahasa kantonis

    Pemakaman

    Aku ingin mati di pemakamanku sendiri
    Menguburkan jasadku dalam liang lahat
    Aku ingin mati dengan memakai kerudung senja berwarna jingga temaram
    Tertidur sopan sebelum malam tiba
    Dan menunggu hingga larut sampai anjing melolong bagai serigala
    Dan orang – orang telah berkeliling di sekitar ranjangku mengucapkan litani

    Tapi aku akan mengantarkan jasadku sendiri
    Segera setelah tengah malam nanti
    Berencana bergegas tanpa pamit
    Beringsut diam – diam
    Sambil membawa taburan kembang tujuh rupa
    Memapah sebongkah nisan bertuliskan namaku sendiri

    Tapi aku akan mengantarkan jasadku sendiri
    Takkan ku singgahi rumah yang ku lewati
    Takkan ku sapa saja orang yang ku temui
    Aku memang terburu – buru
    Tak mau pagi terlanjur datang dan menahan lajuku
    Atau orang – orang berderet menghalangi jalanku

    nov 2011
    monumen "kegagalanku"


    sketsa kotor

    masih saja kulihat engkau dengan pakaian hitam
    menungguku di tepian ranjangku sedari subuh
    aku bisa apa
    sedang waktu terlalu terburu - buru
    aku tak mampu berkemas
    walaupun merasa berantakan sekali hari ini
    biarlah malam gelap cepat datang
    dan kita berdansa dengan iringan simponi kematian

    19 sept 2011
    + kaka forever +

    Aku Tadi Siang

    aku menjadi angkuh pada hidup
    takut mengenang kenyataan pahit
    semacam menjadi momok dalam kegelapan
    berlarut - larut aku bertahan
    berlari aku membawa rasa sakit
    ku kehendaki sendiri kematianku

    tapi tak ku pungkiri aku malu padamu tadi siang
    saat kau renggut satu langkah senjata pertahanan terakhirku
    kau tau aku sudah pasti jatuh
    sepasti engkau mengira hujan turun tadi malam
    dan memang aku jatuh

    bilamana esok kau melihatku masih ada dalam rembang tengah hari
    tahulah kau bahwa itu bukan jasadku
    hanya ada orang - orang palsu yang bersemayam dalam jiwanya
    suaraku bukan suaraku
    mengabut tanpa jejak..

    7 sept 2011
    untuk kita berdua, omy.
    memang aneh harus histeris terus..


    Cerita Tentang Sebatang Mawar

    ada sebatang mawar merah mekar pagi ini
    ia begitu antusias pada dunia
    embun pun seakan menjadi permata dalam kelopaknya
    ia bernyanyi bersama kembang lainnya
    dan menjadi yg paling indah di antaranya
    lalu tibalah musim gugur
    berjatuhanlah kelopak indahnya
    ia menjadi yg paling sedih
    hari memang sedang kejam
    ia pun bersumpah pada kematian
    kecantikannya kini telah menjadi hantu yg mengerikan
    ia menjadi begitu keji pada hidup
    dan meninggalkan kehidupannya sebagai sebatang mawar


    Doa II

    karya Umbu Nababan dan Imelda Hebi

    Hanya dua tangan terkatup
    Menyeringai penuh takjub
    Biarkan kata kata ini hanyut
    Dan aku bersembunyi dalam sujud
    Suaraku sayup sayup
    Malu sudah lama bergelayut
    Aku sudah lama remuk redup

    Di keheningan aku mencariMu
    Memang hari sudah terlanjur siang
    Tapi aku terlampau haus
    Dan Kaulah penghabisan persinggahanku

    Suara dalam senyap
    Di telan malam lumpuh
    Tubuh dunia mudah rapuh
    Di kakiMu aku bersimpuh

    Semoga malam-malamku kau taburi serangkai kemilau terang
    Karena Kaulah Sang Empunya cahaya atas cahaya

    Amin Ya Tuhanku


    Kemerdekaan Kita

    Hari ini jalan-jalan semarak
    Merah dan putih seakan menjadi lautan parade di pinggir jalan
    Sang kaya memakai pakaian terbaik mereka
    Dan tak ketinggalan si miskin yg beralaskan baju usang
    Bergegaslah mereka berupacara kebesaran
    Yang kaya tanpa sungkan-sungkan mengambil tempat paling depan
    Menyisahkan yg paling belakang buat si miskin
    Lalu berkoar-koarlah pidato sang pejabat
    Tentang sabda keadilan yg begitu mulia
    Sementara kemarin ia baru saja memecat sekretaris
    Yg dengan polosnya mengkritisi mekanisme yg pincang
    Sementara dilapangan pagi ini sang kaya manggut-manggut angkuh
    Tanpa tahu malu bahwa pembantu-pembantu di rumah mereka tak tergajikan
    Dan si miskin pun percaya
    Serta merta membawa pulang janji kosong dalam saku mungil mereka

    17 agst 2011
    merdeka!
    merdekakan keadilan!

    Senja Temaram

    Masa lalu adalah sebilah kenangan
    Yg kan dpt melululantakan kehadiranmu saat ini
    Dan kau mungkin akan bertanya - tanya
    Pada siapakah lagi kau dapat menyosong serinai napas kehidupan
    Padahal kekelaman merapat terlalu cepat
    Dan lembayung senja terlanjur layu
    Terbujur kaku kau meratap
    Akankah peraduan senja menjadi pelataran buat hati kita
    Tapi waktu berlalu enggan menunggu


    Catatan Tanpa Judul

    kemarin pagi dan sekarangpun waktu kepulan asap dari rokok mu masih mendarah daging dalam jasadku
    aku begitu tak peduli dengan ketelanjanganku
    karena tak tak pernah kau tanyakan apa yang tak ada padaku
    karena kita tak mau diberlakukan oleh siapapun
    lalu kau simak serentetan cerita nostalgia
    waktu aku bercinta dengan musim - musim
    dan kau mengauli zaman
    tapi kita bukan barbar
    kita adalah pencinta kenikmatan
    bukan, bukan seperti yang kalian maksudkan hai penggerutu!
    kami hanya sekedar meraup berkah
    yang telah di hidangkan bagi kami

    selasa 28 juni 2011
    thanks Lord.


    Di Waingapu Aku Menanti

    bibirku tergetar dalam sapuan lembayung senja
    kala menantimu di persimpangan di waingapu
    kau titipkan surat tentang kedatanganmu
    aku bergegas mendamba
    tak henti tengada kepadaNya

    lalu yang datang hanya angin
    membawa dedaunan gugur yang sisanya telah menguning
    persimpangan ini menjadi begitu berbatu dan berdebuh
    aku sempat tertimpa olehnya
    dan sepih berlanjut
    yang semestinta terjadi tak lagi bergayut

    14 juni 2011
    untuk ultahmu kemarin,biksu


    Inginku,kekasihku

    Malam sudah berlalu terlalu jauh sebelum sempat ku sadari. Ku lirik arloji,sudah hampir jam 3.
    Herannya aku belum juga mengantuk.
    Aku bangun dan beranjak dari pembaringanku. Sejenak mencari sendal dieryku dan ternyata ku dapati tidak jauh dari tempat tidur.
    Setiap bayangan menari-nari dalam terpaan cahaya pelita yg temaram. Rasa capekku belum juga hilang sejak turun dari kapal awu 3 jam yg lalu.
    Perlahan ku buka pintu yg perlahan berderit. Aku berusaha tidak membangunkan bapa dan mama yg telah tertidur. Aku pun berjalan keluar menembus kegelapan malam, melintasi rumput-rumput yg telah berembun. Dari jauh,suara debur ombak memanggilku. Ah, aku jadi teringat rambu. Sedih hatiku merasakan waktu indah kami telah berakhir. Dulu kami sering bermain di laut ini,berlomba-lomba siapa yg bisa melukis paling bagus. Dan aku tau,aku selalu kalah.
    Jari Rambu bagai tongkat ajaib sang peri yg mampu menyulap pemandangan indah.
    Jika begitu,aku pasti akan usil merubah pohon kelapanya menjadi om-om gondrong. Aku tersenyum dan menghelah napas panjang. Aku sudah tiba di laut. Langit begitu bersih dan cemerlang tanpa awan dan bulan. Bintang-bintang berkilau cantik. Aku teringat rambu lagi. Dan 4 tahun tanpa pertemuan. Apakah dia sudah melupakanku? Aku begitu bangga menjadi sarjana dan pulang dengan gagah hanya untuk dia.
    Tapi malam ini, setelah ku tanyakan pada mama, ternyata Rambu telah menerima pinangan orang lain. Ijasah yg kini tersimpan rapih di dalam tas ranselku menjadi tidak berarti lagi. Bahkan besok pagipun aku tak mampu menerima tatapan ibah dari semua orang di kampung ku.
    Aku berjalan selangkah demi langkah,memasuki air yg terasa hangat sedang ombak mulai membasahi kaki celanaku. Sekarang air ini sudah sebatas dada. Laut makin tenang dan hangat. Angin laut hanya bisa meniup rambutku jadi berantakan. " Sedikit lagi " gumanku dalam hati. Aku tersenyum aneh bahkan mungkin mengerikan kalau saja ada yg sempat melihatnya.
    Aku sudah sepenuhnya berada dalam air ketika berpikir terlambat untuk kembali. Sekalipun bisa aku tak mau. Dadaku mulai sesak.aku bertahan. Bayangan rambu berdiri di hadapanku. Ia mengatakan sesuatu yg tidak bisaku dengar. Aku merasakan tubuhku terbawa arus bawah laut yg kuat. Aku memejamkan mata. Tanah tempat nenek moyangku berada akan menyambut kedatanganku. Tanah yg damai tanpa semua ini.
    Lalu beberapa detik kemudian semuanya menjadi gelap...

    31 mei 2011
    Teringat laut padadita dan sang biksu.

    Postingan ini dikirim oleh:
    Imelda Hebi


    Tinggal di Weetebula, Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Dari Waingapoe, Nusa Tenggara Timur, Indonesia

    Cukup sampai disini posting Kumpulan Puisi Terbaik Karya Imelda Hebi #1, nantikan posting kami selanjutnya. Salam.
    Baca Juga
    SHARE
    Marko Kono
    Hi, My name is Marko. Pencinta Malam, Penyuka Hitam, Penikmat Gelap dan Pengurus Tapaleuk, hehehe 😃 Selain blogging, punya pekerjaan pribadi sebagai Staf Teknik bagian Pengawasan Proyek. Teknik Sipil menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupanya.
    Masukan Email Anda Untuk Dapatkan Update GRATIS!

    Artikel Terkait:

    Post a Comment

    Iklan Tengah Post