Iklan Billboard 970x250

Artikel Terkait

Untuk Anda yang mau mengirimkan karya literasimu, baik itu cerpen, puisi, esai dan karya literasi lainya, silahkan Anda buka disini Kirim Artikel. LINK UNDUH SUDAH SAYA PERBAIKI. (Khusus Pada Artikel Aplikasi Android )

×
KEKASIH SEMESTA, Kumpulan Puisi oleh Andreas Dunga

Iklan 728x90

KEKASIH SEMESTA, Kumpulan Puisi oleh Andreas Dunga

    KEKASIH SEMESTA, Kumpulan Puisi oleh Andreas Dunga


    KEKASIH SEMESTA
    Kumpulan Puisi 
    oleh Andreas Dunga

    Kekasih Semesta

    Malam ini 
    Sendiri aku diatas bukit
    Diatas ilalang yang menari-nari menggodaku 
    Bersama angin sepoi yang memelukku
    Kujaga langit telanjang
    Burung malampun terbang telanjang
    Sukmaku ikut telanjang
    Nyanyian jengkrik menggiringku

    Saat ku cumbu rembulan
    Kerlip bintang menemaniku 
    Jiwaku bersetubuh dengannya
    Terima kasih padamu rembulan
    Yang memberikan aku terangmu
    Disaat aku terperangkap kegelapan

    Ku rela terangmu terbawa pergi
    Bersama jiwa yang hidup dalam terangmu.

    (sumba. des 2011)




    LAKNAT (oleh-oleh dari negeri harat)

    Semua mau jadi aparat
    Tidak mau dibilang keparat
    Semua sok merakyat
    Tapi tidak mau melarat
    Semua mau jadi penguasa sampai usia sekarat
    Biar kumpul harta sampai sarat
    Semua pura-pura jadi malaikat
    Supaya jangan di cap jahat
    Semua tidak mau bertobat
    Hingga akhir hayat
    Meski tidak terlibat
    Semua mau cepat
    Tidak mau berkeringat

    Wgp 2011




    DUA CINTA

    Ada dua cinta memadu kasih
    Membawa jiwa menyeberang samudera
    Terombang-ambing disisi buih buih pecahTerpercik air dibawah pusar
    Melawan arus karang sumudera
    Menunggu waktu datang menjemput
    Dalam untaian nada teduh
    Ditemani bintang-bintang laut
    Dibibir pantai pasir putih
    Dalam desahan separuh nafas
    Siput-siput coba mengintip
    Kepiting coba mengusik
    Dua cinta teramat asyik

    Ada dua cinta memadu kasih
    Ditepian pasang arus
    Terhempas air setengah 
    Dibawah pusar dekat pasir
    Bergelut dengan napsu 
    Dibawah remang-remang rembulan
    Berbedak pasir laut
    Menderu nafas terengah
    Menaiki puncak gelombang
    Kepiting tak lagi mengusik
    Siput tak lagi malu
    Dua cinta kini berbalut pasir

    Wgp juni 2011


    KE RUMAH BESAR

    Pahat bumi jiwa semangat
    Mengantar jasad ke altar peraduan
    Roh pergi raga terlelapTidur panjang dalam nisan bernama

    Tangisan sendu silih berganti
    Tatapan nanar hati pasrah
    Kerabat menjenguk kain terselempang
    Rangkaian hidup jadi sajak
    Dari kecil hingga ajal

    Terbujur kaku dalam batu
    Dua arca dewa menjadi teman
    Dalam cadas tulang terpanpang
    Menunggu waktu menjadi abu

    Segenap jiwa turut bersaksi
    Di alam sana moyang menanti

    Wgp mei 2011



    JEJAK TANAH MARAPU 1

    Hembus angin menyapu ilalang
    Harum cendana terbawa pergi
    Ringkik kuda gemuruh langit 
    Buat jiwa enggan berpaling

    Bocah gembala berharap cemas
    Pada lembayung di ujung mata
    Pelangi hadir di kaki bukit
    Padang sabana bercumbu harap
    Bumipun enggan telanjang

    Kuda berpacu arena alam
    Tampa pelana semangat membara 
    Gegap gempita sorakan 
    Berharap asa pada sang jawara

    Tanah memerah sirih dan pinang
    Amarah memuncak tersapu senyum
    Dari tangan gemulai kandingang dan woleka

    Kombu kawuru bermotif ragam 
    Membalut indah ditubuh 
    Dari jari-jari hitam para penenun

    Bunyi gong bertabuh tambur
    Kabokang,kataga menjemput
    Pekik purba kakalak,payawau memecah alam
    Junjung hormat padamu marapu

    Wgp mei 2011






    JEJAK TANAH MARAPU 2

    Bunyi gong memecah sunyi
    Terjaga bumi dari tidurnya
    Menanti harap pada rembulan
    Dalam dekapan Tanya
    Saat rembulan berlalu
    Tersingkap kisah
    Satu kehidupan telah pergi
    Menghadap ilahi
    Yang hidup bersiap diri
    Atur sembah pada sang khalik

    Wgp mei 2011




    JEJAK TANAH MARAPU 3

    Sebilah parang terhunus
    Kokok jantan meregang nyawa

    Darah mengucur membasah bumi
    Merobek jantung takdir menggantung
    Berharap restu dari maha melihat, maha mendengar

    Bunyi gong pertanda awal
    Seribu jiwa tersungging senyum
    Seribu ternak siap meregang

    Bara ditungku tak pernah padam
    Gemulai tari tak jua berhenti
    Menyambut tamu siap bertandang
    Sirih dan pinang jadi jamuan

    Saat jedah duduk bersila
    Menunggu makan selingkar daging dipiring
    Meski esok jadi misteri
    Hari ini pesta berlanjut

    Wgp mei 2011



    SUMBA

    Hai umbu, rambu, ama dan ina
    Mari kita bercerita
    Tentang tanah kita
    Yang harumnya sampai ke negeri jiran dan arab
    Karena cendana, yang kini semakin langka

    Hai umbu,rambu,ama dan ina
    Mari kita bercerita
    Tentang rankong dan kakatua yang telah pergi
    Karena rumahnya diobrak-abrik
    Oleh mereka yang ingin kaya dari emas

    Kita bercerita tentang kali payeti dan mata iyang tempat kita berenang
    Sekarang airnya sebatas mata kaki

    Kita bercerita tentang burung nuri
    Saat musim mangga menutup langit atap rumah kita
    Juga tentang hutan dan terumbu karang
    Yang habis dirusak, dibom oleh tangan-tangan jahil
    Tentang injiwatu,kunjur,manyela
    Menjadi tiang-tiang rumah yang telah ditinggal pergi

    Hai umbu, rambu, ama dan ina
    Kita bercerita tentang sungai-sungai
    Yang menjadi saksi seribu cerita cinta kita
    Kini tak ada lagi air mengalir
    kerbau yang tak ada lagi kubangan
    dan...
    Kita bercerita tentang anak-anak kita yang lupa bahasa ibunya

    Kumpulan puisi “dongeng tanah merapu” wgp 1998



    UNTUK ANAKKU

    Kuceritakan padamu 
    Tentang masah kecil ayahmu 
    Yang setiap pagi meneruni bukit demi bukit 
    Untuk mencari ilmu
    Tak peduli kaki melepuh
    oleh karang-karang di jalan setapak menuju sekolah

    tak ada seragam,tas,juga sepatu
    tak ada uang atau roti dan biscuit menjadi bekal
    yang ada hanya kaparak,manggulu
    yang dititip nenekmu disaku celana ayahmu
    sarapan pagi hanya ubi rebus dan segelas air putih
    sepulang sekolah tak ada jemputan

    meski terik siang membakar tubuh
    ayahmu tetap melangkah 
    karena di rumah tugas menanti
    mencari kayu bakar disisi hutan dibalik bukit
    juga beri minum kerbau dan kuda yang menjadi harta kakekmu
    saat malam tiba tak ada listrik
    hanya lampu teplok yang menemani belajar ayahmu

    anakku jika aku boleh pesan
    cari dan kejarlah ilmu semampumu
    karena tak ada harta 
    yang kakek dan ayahmu wariskan

    kumpulan puisi “dongeng tanah marapu” wgp 1999



    AKU MAU IKUT

    Aku mau ikut
    Bersama kita robohkan kekuatan ini
    Dari setan ketamakan yang berdasi
    Dari pagi hingga malam mereka mengobral janji manis
    Diatas kemewahan hasil rampok harta kita
    Mereka hidup diatas kebinasaan kita yang mereka cipta

    Aku mau ikut
    Membunuh mereka yang berlagak adil
    Yang menjual keadilan dengan nilai rupiah
    Yang dibeli oleh tikus berdasi
    Yang tidak tersisa bagi si miskin papa

    Mereka yang didalam ruang ber-ac
    Menyusun permufakatan jahat
    Terhadap korban lapindo,Freeport
    Juga gayus,century dan rekening gendut tikus-tikus gendut berdasi
    Mereka berkompromi dengan si kaya
    Tapi tidak untuk si miskin
    Mereka kompromi hanya untuk lembaran lembaran kertas bernama rupiah

    Wgp mei 2011
    (SELAMAT BERJUANG UTK ADIK2 MAHASISWA DR SUMBA YG HARI INI 18/5 ADA DEMO TOLAK TAMBANG DI KUPANG)



    KAMPUNGKU II

    pagi itu ada hujan
    baju putih dan rok merah,berjalan pelan anak perempuan kecil
    dengan kaki telanjang dan selembar daun pisang menutupi kepala
    meski percik air membasahi sedikitr baju dan roknya yang sudah usang
    ia tetap melangkah

    plastik kumal melindungi buku dan peralatan tulisnya
    yang dijepit dikateak kirinya
    langkahnya sedikit tertatih melewati genangan air
    “ups” sesekali ia melompat menghindari tanah becek
    Matanya tetap waspada mencari pijakan tanah yang aman

    Anak perempuan kecil itu mempercepat langkah
    Mengejar waktu
    Memburu ilmu
    Demi impian hari esok

    Elopada 1993



    AKU

    Aku adalah binatang manusia
    Yang mampu taklukkan liarnya alam
    Sekali marah amuk membara
    Menghempas jiwa kelembah jurang

    Aku adalah binatang manusia
    Yang rakus kuasa dan daging
    Jiwa penuh amarah dan dendam`
    Tak peduli sejuta soal menghadang

    Aku adalah binatang manusia
    Yang memakai naluri tampa logika
    Wilayahku adalah kekuasaanku
    Jangalah kau mengusik
    Karena aku akan menghadang dan menerjang

    Ketika birahiku memuncak
    Janganlah mendekat hai kau perempuan

    Waingapu 16 mei 2011


    BEBAS MENILAI

    Ini adalah negara 
    Yang katanya negara hukum
    Yang katanya juga menjujung tinggi kemanusiaan yang berkeadilan
    Yang menjujung tinggi etika,moral dan adat ketimuran
    Yang menjadikan gotong royong sebagai slogan
    Yang menjadikan bhineka sebagai pameran
    Yang menjadikan kebijaksanaan sebuah sebuah janji
    Yang menjadikan kesejahteraan sebagai pemanis bibir
    Yang membuat rakyat menjadi nina bobo


    Ini adalah negara pancasila
    Yang menjadikan siapapun pemimpin adalah hak
    Yang ada cuma satu resiko “mau dikritisi”
    Yang dengar merah telinga 
    Yang lihat,menahan nafas
    Yang korban menjadi saksi bisu

    Dengar atau tidak
    Peka atau tidak
    Cuma masalah rasa
    Selebihnya...
    Buatlah perjanjian dengan Tuhan
    Dengan manusia atau dengan manusia dan Lucifer.

    Wgp mei 2011.



    PRANGGANG

    Mentari menampakkan sinar
    Duduk berbaris perempuan tua

    Beralas selembar tikar
    Dengan kaki telanjang menjajakan pinang dan siri

    Sesekali terlihat senyum menawan
    Cekikan canda dan tawa
    Dengan barisan gigi hitam, bibir merah pinang dan siri

    Meski diterpa angin dan debu
    Terpanggang dari panasnya mentari
    Perempuan tua itu tetap bertahan

    Disampingnya duduk bocah lelaki
    Dengan ingus meleleh dan luka menganga dikaki
    Setia menemani perempuan tua itu

    Hilir mudik oranng tak jua buat mereka beranjak
    Menyandarkan harapan pada sekumpul pinang dan seikat siri
    Untuk meretas hidup akan hari esok

    Pranggang…pranggang…pranggang
    Teriak seorang kondektur truk

    juni 1984



    DOA

    Bersiap…
    Bersiap aku melawan napsu ini
    Coba menghempaskan aku
    Kedalam jurang dosa
    Memberi aku segala kenikmatan

    Masuk dalam impian impian semu
    Yang tercipta oleh kekuatan napsu
    Melahirkan gairah ke seluruh tubuh

    Aku ditantang kesenangan 
    Yang ingin membawaku ke sejuta kenikmatan

    Bersiap…
    Bersiap aku melawan
    Dengan segenap jiwa yang separuh hilang

    Dan.....

    Dengan kesadaran yang tinggal selangkah pergi

    kumpulan DOA. yogya 1996



    PEREMPUAN MALAM

    Dandanan menor dan norak
    Melintas diatas trotoar

    Perempatan jalan jadi tongkrongan

    Dibawah cahaya remang kota
    Mengumbar senyum ,Menggantung harapan pada birahi lelaki

    Tubuhnya adalah seonggok daging 
    Yang ternilai dengan kenikmatan birahi

    Penjaja tubuh yang punya asa
    Setia dalam remangnya malam
    Berharap uang dari kenikmatan shyawat

    Suara nakal menggoda, menyapa
    Pada setiap lelaki yang melintasi ruas jalan itu
    Pakaian bikini membalut ditubuh 
    Dengan belahan dada terbuka 
    Memancing mata memandang
    Dan senyum menggoda pun tersungging

    Mari mas... mari om... sapa perempuan itu
    Atas nama birahi lelaki itu memilikinya

    Dari kumpulan puisi kupu2 malam. Yogya 1994



    Kampung ku

    Bunyi jantan berkokok 
    Di selingi kicauan burung

    Merapat aku ke tungku dapur 
    Menghangatkan jemariku dekat tungku

    Sesekali terdengar desiran angin 
    Yang menerpa pepohonan diluar sana
    Menembus celah-celah dinding
    Membuat aku gemetaran 

    Kugenggam segelas teh panas
    Memberiku sedikit kehangatan
    Dingin belum juga beranjak
    Uap menyumbul dari mulutku

    Terima kasih nenek 
    Untuk segelas teh dan ubi bakarnya

    Elopada juni 1984


    Postingan ini dikirim oleh:
    Andreas Dunga

    Andreas Dunga, Tinggal di Waingapu, Sumba Timur - Nusa Tenggara Timur, Indonesia

    Baca Juga
    SHARE
    Marko Kono
    Hi, My name is Marko. Pencinta Malam, Penyuka Hitam, Penikmat Gelap dan Pengurus Tapaleuk, hehehe 😃 Selain blogging, punya pekerjaan pribadi sebagai Staf Teknik bagian Pengawasan Proyek. Teknik Sipil menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupanya.
    Masukan Email Anda Untuk Dapatkan Update GRATIS!

    Artikel Terkait:

    Post a Comment

    Iklan Tengah Post