Iklan Billboard 970x250

Artikel Terkait

Untuk Anda yang mau mengirimkan karya literasimu, baik itu cerpen, puisi, esai dan karya literasi lainya, silahkan Anda buka disini Kirim Artikel. LINK UNDUH SUDAH SAYA PERBAIKI. (Khusus Pada Artikel Aplikasi Android )

×
KATA RINDU BUAT IBU, Kumpulan Puisi Karya Umbu Nababan

Iklan 728x90

KATA RINDU BUAT IBU, Kumpulan Puisi Karya Umbu Nababan

    KATA RINDU BUAT IBU, Kumpulan Puisi Karya Umbu Nababan

    Kata Rindu Buat Ibu

    Kalut di ujung larut
    Di negri sabang aku berkubang bimbang
    .
    Entah patah
    Karna sakaw putaw
    Entah muntah
    Karna tugas tiada bergegas
    .
    Ibu..
    Ibu..
    Ibu..
    Beri doamu
    Kan kujamu
    Kan ku ramu
    Untuk rindu semu kelu
    …..
    Ibu…
    Aku ingin pulang gemilang
    Ibu..
    Aku bukan anak hilang
    .
    .
    .
    Kamar laba laba putih,10, mei,2011




    Bupati mangkat

    Ramai ramai kamboja disemai
    Dirangkai dalam bangkai
    Kala bapak menjala bala
    Pada rakyat dengan bual hikayat

    Akan tiba tanpa iba
    Berangkat tanpa pangkat dan mangkat!!!
    Menuju neraka pekat
    Dan darahmu diramu menjadi jamu iblis

    Kami mengirim sumpah serapah
    Umpat tak henti sempat
    Melihat mu mati pasti
    Karna tambang mengambang
    …..
    Selamat jalan wahai jalang
    Bangga surga menolakmu juga



    Kamar laba laba betina,09,mei,2011



    Wahyu Aksara

    Aku merayu sekumpul tinta
    Meretas di atas kertas rata
    Membentuk aksara hati dan mata
    Terkulai sejenak dalam belai kata

    Kala renung menggunung
    Wahyu rayu lengan berayun
    Agar terlewati pagar sangar
    Kemunafikan!!!!

    Aku kini dalam kekinian
    Dari lalu dan slalu
    Merangkai aksara membara
    Tentang asa dari rasa basah

    Kamar laba laba putih,08,mei,2011



    nafsu ku pada sumba

    Aku sangat mencintai kekeringanmu
    Ingin memeluk setiap ketandusanmu
    bercinta dengan karang kokohmu
    dan mencium bibir pantaimu

    lekuk tubuh sandlewoodmu mempesonaku
    membuatku slalu berhayal
    beronani dengan kenagan masa kecil
    menyemburkan sperma yang penuh nafsu tentang kelaparanmu

    terimalah cintaku
    peluklah aku dalam gelombang perbukitanmu
    laksana payudara aphrodite
    yang slalu telanjang tanpa hutan

    aku sangat mencintaimu
    bernafsu bila memikirkanmu
    dan berhasrat bercinta denganmu
    lepaskanlah seluruh baju mu
    biar terlihat keaslian tubuhmu yang penuh borok
    dan kau akan tau sebesar apa aku mencintaimu



    home swit home, 12 nonember 2009



    Anak jalang

    Aku sedang jalan, menemukan mereka hidup jalang
    Anak anak kecil yang menemukan tawa di bawah kolong jembatan
    Menemukan cinta di lampu merah
    Menemukan sayang di pinggiran sungai

    Apa itu gedung sekolah?
    Apa itu rumah mungil tepi pantai?
    Mereka hanya tau tentang sebukus nasi berharga lima ribu
    Mereka hanya tau gitar bolong titipan preman

    Pagi mereka mandi di sungai yang penuh taik tetangganya
    Yang sakit perut dari semalam
    Memakai baju sisa lebaran 4 taon lalu
    Menyiapkan senjata berupa topi usang…..
    Berbekal suara yang parau dan cempreng

    Mereka di bis kota
    Mereka di pasar
    Mereka di kolong jembatan
    Mereka di terminal

    Mereka tidak ada di mall
    Mereka tidak ada di swalayan
    Mereka tak ada di perumahan
    Mereka tak ada di apartemen apalagi hotel berbintang lima

    Malam larut, mata terasa hampir layu
    Bermodal lima ribu
    Mencari psk seharga itu
    Biasanya yang berumur 40an ke atas
    Sejenak mengeluarkan sperma….
    Biar tersenyum dan nyenyak
    Hati puas sudah

    Kamar laba laba putih,06,mei, 2011



    Anak anak karang

    nspirasi; salah satu sd paralel di sumba

    Pagi datang tersendat di balik bukit
    Mata manusia memandang anak anak karang
    Berbondong menuju gubuk sakit
    Mencari ilmu jarang

    Tanpa alas kaki
    Beradu dengan bumi terjal
    Dengan tapak tapak sakti
    Mengejar mimpi di bawah awan

    Berbaju lapuk
    Semangat tiada runtuh rapuh
    Tetap nyala di semai angin ilalang
    Impian membelai menjelang

    Selembar raffia dan kantong hitam
    Berisi senjata bergambar garuda
    Mengelayut mesra bahu kekar
    Bekas pembaringan kayu bakar

    Kala jejak berakhir
    Berhadap hadap pada gubuk
    Di tengah padang sunyi
    Beralas debu
    Beratap helai alang
    Berdinding gedek bolong anyam



    kamar laba laba putih, 02,mei,2011
    (hardiknas)



    Postingan ini dikirim oleh:
    Umbu Nababan


    Tinggal di Kota Waingapu, Sumba Timur. Dari Kananggar, Nusa Tenggara Timur, Indonesia
    Baca Juga
    SHARE
    Marko Kono
    Hi, My name is Marko. Pencinta Malam, Penyuka Hitam, Penikmat Gelap dan Pengurus Tapaleuk, hehehe 😃 Selain blogging, punya pekerjaan pribadi sebagai Staf Teknik bagian Pengawasan Proyek. Teknik Sipil menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupanya.
    Masukan Email Anda Untuk Dapatkan Update GRATIS!

    Artikel Terkait:

    Post a Comment

    Iklan Tengah Post