Iklan Billboard 970x250

Artikel Terkait

Untuk Anda yang mau mengirimkan karya literasimu, baik itu cerpen, puisi, esai dan karya literasi lainya, silahkan Anda buka disini Kirim Artikel. LINK UNDUH SUDAH SAYA PERBAIKI. (Khusus Pada Artikel Aplikasi Android )

×
Cerpen Guardian Angel, Frisca Amelia

Iklan 728x90

Cerpen Guardian Angel, Frisca Amelia

    GUARDIAN ANGEL

            Niar Adriani, nama gadis remaja itu. Dia adalah cewek berwajah biasa saja. Dia juga tidak termasuk dalam golongan gadis populer, seperti Tisha, yang wajahnya sering menghiasi sampul majalah, atau Diva, gadis blasteran Indo - Jerman yang menjadi incaran hampir semua makhluk cowok di sekolahnya.

    Cerpen Guardian Angel, Frisca Amelia

    Dua gadis itu juga memiliki segalanya yang membuat setiap Niar dan cewek - cewek lain di sekolah mereka merasa iri. Kerap kali Niar membayangkan bagaimana rasanya jika dua cewek yang juga suka membully dirinya itu, tak lagi ada di sekolah ini. Mungkin suasana sekolah akan lebih baik tanpa mereka.

          Hari ini berlalu seperti biasa, kecuali satu hal. Di sekolah, tak terlihat wajah Diva. Semua tentu beranggapan gadis manis itu sedang membolos atau sakit, seperti yang sering dilakukannya. Hingga Nisa, salah seorang siswi di sekolah itu berteriak histeris.

    Saat hendak mengambil sapu di gudang sekolah, dia menemukan sosok Diva tergeletak tak bernyawa. Darah mengalir deras dari perutnya. Ada gagang pisau menancap di sana. Yang membuatnya makin mengerikan, wajah gadis itu rusak berat. Wajahnya disayat - sayat berulang kali dengan pisau, hingga nyaris tidak dikenali.

    Matanya terbuka lebar terlihat seperti orang yang sedang melotot ketakutan. Para siswa, termasuk Niar, berbondong ke gudang itu. Guru yang telah menghubungi polisi, bergegas menghalangi para siswa tersebut yang ingin melihat jasad teman mereka. Di tempat lain, terlihat Nisa dibawa ke UKS oleh guru yang lain, karena shock berat. Niar yang sempat melihat jenazah Diva terkejut. Dia sering memikirkan melakukan hal itu pada gadis itu.

    Tetapi dia tidak pernah menceritakan hal itu kepada siapapun. Bahkan tidak pernah menulisnya di buku harian miliknya. Lalu bagaimana bisa temannya itu tewas dengan cara yang sama seperti yang dia bayangkan?


          Kematian tragis sahabat dekatnya membuat Tisha shock dan tertekan. Pihak sekolah membolehkan gadis itu libur sementara waktu. Sementara para siswa yang lain tetap harus bersekolah, karena Ujian Nasional sudah dekat. Tapi, ternyata tragedi belum berakhir. Tisha juga meninggal dengan cara yang bahkan lebih tragis daripada Diva.

    Tubuhnya tertancap di pagar rumahnya yang runcing dan wajahnya hancur  karena berulang kali dipukul dengan benda keras. Niar yang mendengar itu dari gurunya yang bercakap dengan polisi yang datang ke sekolah, nyaris jatuh pingsan. Dia juga sering membayangkan hal itu pada Tisha. Gadis itu menggeleng tak mengerti.

    Bagaimanapun mungkin semua yang hanya ada di pikirannya menjadi nyata? Lalu bagaimana dengan teman - temannya yang lain? Apa kalau dia berpikir buruk tentang mereka, hal itu juga akan membuat mereka terbunuh?


             Seminggu kemudian, sekolah kedatangan murid baru. Seorang cowok tampan berkulit putih dan bermata biru. Namanya Edward Adriano. Dia baru saja pindah dari Amerika. Di hari pertamanya, cowok itu langsung memilih duduk di samping Niar, membuat para siswi merasa iri pada gadis itu,
    "Hei, akhirnya aku bisa bertemu denganmu," serunya.

    Niar menoleh dan mengkerutkan kening. Dia tidak mengerti apa maksud ucapan cowok itu. Dia merasa tidak pernah bertemu atau mengenal Edward sebelumnya. Lalu pria di sampingnya itu mendekat dan berbisik padanya,

    "Aku sudah mengabulkan keinginanmu membunuh dua gadis itu, seperti yang kaubayangkan. Bagaimana menurutmu? Itu hebat, bukan?"

    Niar terdiam dan bergidik ngeri. Dia lalu melihat cowok di sampingnya itu tertawa. Bola matanya berubah menjadi hitam sekelam malam. Lalu muncul seringai mengerikan di wajah tampannya.

    "Siapa...kau...sebenarnya...?" tanya Niar tergagap ketakutan.

    "Aku adalah malaikat pelindungmu. Tenanglah, Niar. Aku akan selalu menjagamu. Tak akan ada orang yang akan berani mengejekmu lagi," sahut Edward tenang. Bola matanya sudah kembali seperti semula.

    Niar diam tergagu. Dia yakin cowok yang duduk di sampingya itu, bukanlah malaikat. Tapi iblis. Iblis yang menyamar dan memperdaya manusia. Kini Niar tak berdaya.

    Dia sudah berada dalam cengkeraman sang iblis dan tak tahu cara untuk lepas darinya. Lagipula dia juga senang, musuhnya kini sudah tidak ada lagi. Gadis itu pasrah, meski tahu suatu saat nanti mungkin Edward meminta jiwanya.

    Yang penting, sekarang tidak ada lagi gadis - gadis sok cantik yang selalu membullynya itu, juga tidak akan ada orang yang bisa mengganggunya, karena Edward akan menghabisi mereka juga. Seulas senyum terbentuk di bibir Niar. Edward benar. Bagi Niar, cowok itu bukanlah iblis, tapi malaikat pelindungnya.

    Tamat.

    Postingan ini dikirim oleh:
    Frisca Amelia

    Alamat: Caman Baru V, Bekasi-Jawa Barat, Indonesia
    Kutipan Cerpen: "Aku sudah mengabulkan keinginanmu membunuh dua gadis itu, seperti yang kaubayangkan. Bagaimana menurutmu? Itu hebat, bukan?"
    Baca Juga
    SHARE
    Marko Kono
    Hi, My name is Marko. Pencinta Malam, Penyuka Hitam, Penikmat Gelap dan Pengurus Tapaleuk, hehehe 😃 Selain blogging, punya pekerjaan pribadi sebagai Staf Teknik bagian Pengawasan Proyek. Teknik Sipil menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupanya.
    Masukan Email Anda Untuk Dapatkan Update GRATIS!

    Artikel Terkait:

    Post a Comment

    Iklan Tengah Post