Iklan Billboard 970x250

Artikel Terkait

Untuk Anda yang mau mengirimkan karya literasimu, baik itu cerpen, puisi, esai dan karya literasi lainya, silahkan Anda buka disini Kirim Artikel. LINK UNDUH SUDAH SAYA PERBAIKI. (Khusus Pada Artikel Aplikasi Android )

×
Cerpen WHEN DIVA FALLIN LOVE, Karya Frisca Amelia

Iklan 728x90

Cerpen WHEN DIVA FALLIN LOVE, Karya Frisca Amelia

    Cerpen WHEN DIVA FALLIN LOVE, Karya Frisca Amelia

     WHEN DIVA FALLIN LOVE
    Oleh: Frisca Amelia

          Diva, cewek berambut ikal panjang ini adalah sosok populer di sekolahnya. Maklum saja cewek abg ini termasuk kategori cewek cantik, dengan lesung pipi yang mempermanis wajahnya tiap kali tersenyum. Tapi bukan itu saja yang bikin Diva populer, gadis itu adalah ketua kelas dari kelas 2A. Sifatnya tegas dan dia juga termasuk kategori cewek pintar yang selalu menduduki posisi tiga besar di kelasnya.

    Dalam menjalankan tugasnya sebagai ketua kelas, dia dibantu oleh Banu, wakilnya, si cowok aneh berambut jabrik yang hobi banget nyanyi. Nggak tahu kenapa tuh cowok bisa kepilih jadi wakil, mungkin karena suaranya berhasil menghipnotis teman - teman sekelasnya untuk memilih dia. Lalu ada Narti, gadis manis berkepang dua dan berkacamata yang menjadi sekretaris kelas. Gadis itu pendiam dan suka mencatat, karena itu dia cocok banget jadi sekretaris. Juga ada Dinda, si cewek sangar yang jago beladiri, yang jadi bendahara kelas. Semua tagihan di kelas pasti terselesaikan karena semua takut dibanting dengan jurus kungfu Dinda. Meski bertolak belakang, empat abg ini kompak dalam mengurus kelas mereka.

    Dan bukan hanya itu mereka juga bersahabat akrab.

    Lalu suatu hari datanglah siswa baru. Namanya Dafi. Cowok itu terlihat manis dan pendiam. Kulitnya juga putih bersih mencerminkan cowok baik - baik.

    "Nah Dafi, kamu kan masih baru, duduklah di samping Diva. Dia itu ketua kelas ini. Dia bisa membantu kamu," seru Bu Alma, wali kelas 2A. Dafi hanya mengangguk sambil tersenyum manis. Melangkah lalu duduk di kursi di samping Diva, yang sebelumnya diduduki Narti. Cewek itu terpaksa pindah di samping Banu yang lagi sibuk bersenandung pelan, menghafal lagu terbaru milik Blackpink.

    Dafi menoleh sekilas ke arah Diva dan mengulurkan tangannya, tak lupa dengan senyum manis tetap tersungging di wajahnya. Serta merta Diva membalas uluran tangan itu dengan senyuman pula.

         Keesokan harinya, Diva bergegas ke kelasnya. Tapi di kursinya ada sepatu yang bertengger manis di situ,

    "Sepatu siapa ini???" teriak gadis itu.

    "Sepatu gue," ujar Dafi sambil mengangkat tangannya.

    "Singkirin dong, ini kursi gue kali,"

    "Sepatu ini baru gue cuci tadi pagi, belum kering. Lo aja cari kursi lain," sahut Dafi enteng. Diva menghela nafas keras, tapi dia terpaksa mengalah karena bel masuk sudah berbunyi. Terpaksa cewek itu mencari kursi lain.

        Kesan pertamanya tentang Dafi yang pendiam dan penurut ternyata sama sekali salah. Hari berlalu, semakin terlihat sifat asli cowok itu yang bandel dan susah diatur. Sampai serak suara Diva tiap hari mesti marah - marah sama cowok itu. Pokoknya Diva sudah netapin tuh cowok jadi musuh nomor satunya. Apalagi cowok itu habis naruh kecoak di tasnya, secara Diva kan takut banget sama kecoak. Tapi cowok itu malah tertawa - tawa. Itu bikin Diva makin kesal dan sebal sama cowok itu. Sia - sia dia membangun imejnya yang tegas selama ini, tapi jadi hancur gara - gara dia jerit - jerit lihat kecoak.

         Semua heran dengan tingkah Dafi yang kayaknya hobi banget ngerjain Diva. Tiap hari ada saja ulah cowok itu, membuat Diva naik darah.

    "Mungkin dia naksir lo kali, Div," ujar Narti.

    "Naksir? Emang lo kalo naksir orang, terus bikin tuh orang keki dan sebel sama lo gitu???" tanya Diva berapi - api.

    Akhirnya yang lain angkat bahu, takut sang ketua kelas makin marah.

        Hari itu kelas sepi, maklum si tukang buat onar tidak masuk. Namun Diva justru terlihat cemas.
    "Lo kenapa, Div? Kan harusnya lo seneng Dafi gak masuk, gak ada lagi yang usil sama elu," seru Narti, dibarengi anggukan Dinda dan Banu. Diva hanya menggeleng, dia tidak tahu kenapa dia merasa cemas dan kehilangan saat Dafi tidak ada.

    "Lo sebaiknya jenguk Dafi deh, katanya dia sakit parah karena semalam ngerjain tugas hukuman dari lo," ujar Narti sambil membaca sms di ponselnya.

    "Cowok bego," seru Diva sambil bergegas minta ijin pergi dari sekolah. Di perjalanan, hatinya betul - betul cemas.

         Gadis itu mengetuk pelan pintu rumah Dafi yang sepi. Cowok itu, jangan - jangan ada di rumah sakit karena penyakitnya makin parah. Tapi dia menghela nafas lega, saat melihat Dafi membuka pintu untuknya. Tanpa sadar, Diva maju dan memeluk cowok itu. Sesaat kemudian, gadis itu tersadar,

    "Lo tidak sakit?"

    Cowok itu menggeleng sambil tertawa,

    "Gue baik - baik aja, sori gue boong, supaya lo datang ke sini,"

    "Lo ini emang..." seru Diva sambil mengangkat tangannya. Bersiap hendak memukul cowok itu. Tapi Dafi memegang tangannya,

    "Gue suka sama lo, Div," ujarnya, membuat gadis itu terkejut dan diam terpaku.

    "Dan gue tau lo juga suka sama gue," lanjut cowok itu lagi.

    "Ih, ge er, gue kan belum bilang," sahut Diva.

    "Kalo gitu bilang dong..."

    "Iya, gue suka sama lo, Dafi, cowok paling nyebelin di dunia ini," jawab Diva. Dafi tertawa dan memeluk gadis itu.


    Tamat...

    Postingan ini dikirim oleh:
    Frisca Amelia

    Alamat: Caman Baru V, Bekasi-Jawa Barat, Indonesia
    Kutipan Cerpen: "Diva hanya menggeleng, dia tidak tahu kenapa dia merasa cemas dan kehilangan saat Dafi tidak ada."
    Baca Juga
    SHARE
    Marko Kono
    Hi, My name is Marko. Pencinta Malam, Penyuka Hitam, Penikmat Gelap dan Pengurus Tapaleuk, hehehe 😃 Selain blogging, punya pekerjaan pribadi sebagai Staf Teknik bagian Pengawasan Proyek. Teknik Sipil menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupanya.
    Masukan Email Anda Untuk Dapatkan Update GRATIS!

    Artikel Terkait:

    Post a Comment

    Iklan Tengah Post