Iklan Billboard 970x250

Artikel Terkait

Untuk Anda yang mau mengirimkan karya literasimu, baik itu cerpen, puisi, esai dan karya literasi lainya, silahkan Anda buka disini Kirim Artikel. LINK UNDUH SUDAH SAYA PERBAIKI. (Khusus Pada Artikel Aplikasi Android )

×
Sonaf Tamkesi. Keindahan Desa Adat di atas Puncak Pah Biboki di Kabupaten Timor Tengah Utara

Iklan 728x90

Sonaf Tamkesi. Keindahan Desa Adat di atas Puncak Pah Biboki di Kabupaten Timor Tengah Utara

    Bloggerntt.com - Sonaf Tamkesi. Keindahan Desa Adat di atas Puncak Pah Biboki di Kabupaten Timor Tengah Utara. Tamkesi yang berjarak sekitar 60 km dari Kefamenanu, ibukota Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU). Kampung ini secara administratif masuk ke dalam wilayah desa Tautpah. Kita akan melewati jalan Lintas Timor yang akan menghubungkan Kefamenanu ke Attambua (ibukota Kabupaten Belu).


    Sonaf Tamkesi. Keindahan Desa Adat di atas Puncak Pah Biboki di Kabupaten Timor Tengah Utara

    Sonaf Tamkesi, Kefamenanu

    Pada persimpangan Nunbai, kita akan berbelok ke kiri, dan masih menempuh sekitar 20 km lagi. Kita akan melewati perkampungan, termasuk perkampungan yang dibangun oleh para pengungsi dari Timor Leste, areal pertanian, hutan-hutan, dan naik-turun perbukitan. Jalan di sini sudah beraspal, walau pada beberapa bagian sudah banyak yang rusak, dan selanjutnya, akan melewati jalan tanah. Jalan yang akan mudah dilalui bila cuaca cerah. Bila hujan, maka tampaknya tidak akan mungkin mencapai Tamkesi dengan mudah bila tetap nekat mengunjunginya.

    Kendaraan roda empat tampaknya akan lebih sulit untuk bisa mencapai bawah bukit Tamkesi. Seorang kawan yang pernah berkunjung ke sana sebelumnya, harus turun dari mobil dan berganti ojek agar bisa mencapai Takemsi. Walau medan sulit, tapi bila berkesempatan ke sana, kita akan menyaksikan pemandangan yang sangat indah.

    Tamkesi dulunya merupakan pusat kerajaan Kerajaan (Sonaf) Biboki. Sebelum di Tamkesi, Sonaf Biboki berpusat di Desa Oepuah (daerah Wini) yang bernama “Kolan Ha Siun Ha”. Sudah enam orang raja yang menempati Sonaf Tamkesi. Dua raja yang terakhir sudah tidak menempati Sonaf Tamkesi. Hal ini terjadi setelah kemerdekaan Indonesia dan sistem Pemerintahan Swapraja diganti dengan sistem pemerintahan yang baru. Namun hingga saat ini masih sering dilangsungkan upacara-upacara adat di tempat ini.

    Tamkesi sebagai pusat kerajaan yang dianggap suci ditata berdasarkan klasifikasi tertentu. Sebagai pusat geografis bumi didapati dua gunung batu yang dipandang sebagai gunung kembar.

    Simbol dualisme kosmis yang dimanifestasikan dalam hubungan klasifikasi barat timur. Gunung di bagian Timur mewakili unsur lelaki, sebagai bayang-bayang lelaki yang juga sebagai pengawal kerajaan. Di bagian barat terdapat mata air Oe Puah, keduanya membentuk pah nitu (tanah air) sebagai tempat usul.

    Sonaf Tamkesi, Desa Adat

    Dalam buku Menjelajahi Pusat-Pusat Peradaban di Bumi Cendana yang ditulis oleh Munadjar Widiyatmika dan Prima D. Nirmalasari menyebutkan, Raja yang sakral membangun istana di bagian barat untuk statusnya sebagai bagian wanita yang pasif. Ia tidak pernah meninggalkan pusat kedudukannya dan bergelar Atupas. Di istananya terdapat mata air sebagai simbol bumi, juga dibangun Neno Biboki (surga Biboli) sebagai rumah upacara dan tempat menyimpan benda-benda upacara.

    Di depan istana terdapat altar sebagai pusat persembahan. Mata air sebagai simbol wanita dan bumi dilengkapi oleh lelaki dengan bangunan suci melambangkan surga lelaki. Di bagian timur di bagian kaki Tapenpah tinggal lelaki yang memegang kekuasaan seluruh kerajaan. Sebagai representasi lelaki yang aktif di sisi pusat. Ia yang pergi menjelajah keluar (mone) dan ia yang bertugas mempertahankan tanah air serta memimpin penyerangan.

    Di bukit Tamkemsi terdapat beberapa istana/sonaf. Secara fisik terdapat dua bukit kembar yang melambangkan dualisme kosmis dan dimanifestasikan dalam berbagai hubungan. Gunung di sebelah timur dianggap sebagai sisi lelaki dan bayang-bayang lelaki. Sedangkan yang di bagian barat lambang sisi wanita dan bayang-bayang wanita. Keduanya membentuk pah nitu (tanah air) yang dipercaya sebagai tempat asal usul.

    Masih di tempat yang sama, ada bangunan Neno Biboki (surga Biboki) dan merupakan bangunan yang paling sakral dan menjadi dasar pembinaan solidaritas wilayah kerajaan.
    Tahun 1946 di depan bangunan ini terdapat batu pengorbanan.

    Mata air secara alamiah sebagai simbol bumi yang dipandang sebagai unsur wanita, yang dilengkapi oleh unsur lelaki dengan bangunan keagamaan yang melambangkan surga lelaki.

    Di bagian Timur Tapenpah tinggal lelaki yang dianggap sebagai pemegang kekuasaan eksekutif kerajaan. Salah satu tugasnya adalah mempertahan wilayah dan mengorganisasi para neno.

    Pada bagian ini yakni sonaf induk yang disebut Neno Biboki (surga Biboki) merupakan bangunan paling sakral dan menjadi sumber kekuataan penguasa. Bangunan ini terletak pada bagian paling tinggi yang ada pada bagian barat. Sedangkan sonaf-sonaf lain antara lain : Sonaf Namnu, Sonaf Unu, Sonaf Nana (ditengah), Sonaf Uskenat dan Sonaf Sul Nuaf (paling bawah).

    Di dekap sonaf agak ke bawah terdapat tiang pemujaan yang disebut tola naek atau mau monef dengan tiga cabang dan batu plat sebagai tempat sesaji. Tidak jauh dari hau monef terdapat batu datar agak lebar yang merupakan tempat pengorbanan.

    Kompleks sonaf Tamkesi memiliki dua buah pintu gerbang yakni pintu gerbang matahari naik (Fai San Nionu) dan pintu gerbang matahari terbenam (Bel Sinkone). Ada juga empat sumber mata air, dua diantaranya dianggap paling suci yakni Haonini dan Kuluan. Sedangkan batu keramat Tapenpah, Tamkesi, Oepuah, Pau Mes, Petu van Ben, van Keu dan Son Mahole.

    Komples Tamkesi dari bawah bukit sampai ke atas sebagai bangunan berunduk terdiri dari tujuh tingkatan. Ketujuh tingkatan tersebut adalah :

    1. Tangga lopo Ksalna sebagai tempat Tasanut Kap Naijuf
    2. Sonaf Muni Naijufkole
    3. Sonaf Nai Ha-Mone Ha (unsur pemerintah eksekutif)
    4. Sonaf Ana Leu, Neno Biboki-Funan Biboki In maen'na
    5. Sonaf Uskenat (juru bicara raja)
    6. Lopo Tainlasi-Lopo Taitoni (tempat musyawarah)
    7. Pupna (puncak) disini ada tujuh bangunan

    Tujuh bangunan itu yakni
    1. Paon Leu
    2. Neno Biboki
    3. Lopo Hau
    4. Lopo Tasu Nai Bukae
    5. Soan Bes'se
    6. Soan Unu
    7. Fatu Sonbai (tugu peringatan) Neno Biboki-Funan Biboki dengan Sonbai
    Di atas buki Tapepah terdapat Ustetu. Ada batu pengadilan berbentuk jantung sebagai tempat eksekusi.

    Tamkesi saat ini sudah menjadi salah satu tempat kunjungan wisata. Pada umumnya wisatawan mengunjungi tempat tersebut ingin melihat budaya asli suku dawan yang hingga masih terjaga dengan baik.

    Namun kendala yang dihadapi oleh para wisatawan ke wilayah itu adalah kondisi jalan yang belum terlalu baik. Padahal fasilitas jalan ini akan sangat mendukung mobilitas wisatawan ke tempat tersebut.


    Anak tangga berjumlah tujuh juga dianggap merupakan simbol tujuh rahmat Tuhan yang harus dilestarikan karena merupakan sumber hidup masyarakat. Ketujuh rahmat dimaksud merupakan bahan makanan pokok masyarakat berupa padi/jagung, sayuran, buah-buahan, ubi, tanaman obatan, dan tanaman untuk pakaian. Terakhir adalah hewan piaraan, seperti kerbau, sapi, ayam, dan babi.

    Rumah-rumah yang ada di kampung ini seluruhnya masih dalam bentuk rumah tradisional Timor yang berbentuk bulat, dengan atap ilalang yang menjuntai hingga hampir menyentuh lantai. Sebelum berkunjung ke Tamkesi, aku sempat melihat rumah-rumah semacam ini di beberapa desa.

    Ada 14 KK yang menghuni kampung ini. Anak-anak mereka, sebagian tinggal di kampung  yang terletak di lereng bukit (sekitar 1 km) dari Tamkesi, yang dibangun oleh Dinas Sosial. Keunikan-keunikan kampung tua Tamkesi ini konon sudah terkenal di seluruh dunia.

    Galery Foto Sonaf Tamkesi di Biboki

    Berikut ini merupakan kumpulan foto yang admin himpun dari berbagai sumber mengenai keberadaan Sonaf Tamkesi yang bisa Anda lihat di bawah ini:
    (Silahkan diklik pada salah satu foto untuk memperbesar ukuranya)

    Sonaf Tamkesi. Keindahan Desa Adat di atas Puncak Pah Biboki di Kabupaten Timor Tengah Utara

    Sonaf Tamkesi. Keindahan Desa Adat di atas Puncak Pah Biboki di Kabupaten Timor Tengah Utara

    Sonaf Tamkesi. Keindahan Desa Adat di atas Puncak Pah Biboki di Kabupaten Timor Tengah Utara

    Sonaf Tamkesi. Keindahan Desa Adat di atas Puncak Pah Biboki di Kabupaten Timor Tengah Utara

    Sonaf Tamkesi. Keindahan Desa Adat di atas Puncak Pah Biboki di Kabupaten Timor Tengah Utara

    Sonaf Tamkesi. Keindahan Desa Adat di atas Puncak Pah Biboki di Kabupaten Timor Tengah Utara

    Sonaf Tamkesi. Keindahan Desa Adat di atas Puncak Pah Biboki di Kabupaten Timor Tengah Utara

    Sonaf Tamkesi. Keindahan Desa Adat di atas Puncak Pah Biboki di Kabupaten Timor Tengah Utara
    Jalan di Tamkesi - photo by Arsitektur Hijau

    Sonaf Tamkesi. Keindahan Desa Adat di atas Puncak Pah Biboki di Kabupaten Timor Tengah Utara
    Jalan di Manufui menuju Tamkesi - photo by Arsitektur Hijau

    Sonaf Tamkesi. Keindahan Desa Adat di atas Puncak Pah Biboki di Kabupaten Timor Tengah Utara
    Rumah penduduk di Tamkesi - photo by Arsitektur Hijau

    Sonaf Tamkesi. Keindahan Desa Adat di atas Puncak Pah Biboki di Kabupaten Timor Tengah Utara
    Ukiran di tiang Sonaf Tamkesi - photo by Arsitektur Hijau

    Sonaf Tamkesi. Keindahan Desa Adat di atas Puncak Pah Biboki di Kabupaten Timor Tengah Utara
    Pemandangan sunset dari Tamkesi - photo by Arsitektur Hijau

    Sonaf Tamkesi. Keindahan Desa Adat di atas Puncak Pah Biboki di Kabupaten Timor Tengah Utara
    Kompleks Sonaf Tamkesi - photo by Arsitektur Hijau

    Sonaf Tamkesi. Keindahan Desa Adat di atas Puncak Pah Biboki di Kabupaten Timor Tengah Utara
    Batuan Keramat - photo by Arsitektur Hijau

    Sonaf Tamkesi. Keindahan Desa Adat di atas Puncak Pah Biboki di Kabupaten Timor Tengah Utara
    Para lelaki di Tamkesi - photo by Arsitektur Hijau


    Sonaf Tamkesi. Keindahan Desa Adat di atas Puncak Pah Biboki di Kabupaten Timor Tengah Utara
    Para wanita Tamkesi - photo by Arsitektur Hijau

    Sonaf Tamkesi. Keindahan Desa Adat di atas Puncak Pah Biboki di Kabupaten Timor Tengah Utara
    Masyarakat Tamkesi - photo by Arsitektur Hijau

    Penutup

    Keunikan yang paling utama di perkampungan itu yang di bangun di puncak bukit melalui susunan batu bertangga tujuh.padajaman dulukala tempat ini dijadikan sebagai benteng pertahanan.Dengan perkembangannya jaman maka benteng pertahanan tersebut dijadikan sebuah tempat pariwisata karna dengan keunikan susunan batunya.

    Cukup sampai disini review dari bloggerntt.com mengenai Sonaf Tamkesi. Keindahan Desa Adat di atas Puncak Pah Biboki di Kabupaten Timor Tengah Utara, Semoga bermanfaat. Salam.
    Spoiler:


    Source:
    https://odishalahuddin.wordpress.com/2011/09/22/tamkesi-desa-adat-yang-masih-bertahan/
    http://kupang.tribunnews.com/2010/08/29/mengenal-istana-tamkesi
    http://ariantosntt.blogspot.com/2017/08/traditional-village-of-tamkesi-ttu-east.html
    http://infocanggih7.blogspot.com/2013/04/sonaf-tamkesi-catatan-kenangan.html
    Baca Juga
    SHARE
    Marko Kono
    Hi, My name is Marko. Pencinta Malam, Penyuka Hitam, Penikmat Gelap dan Pengurus Tapaleuk, hehehe 😃 Selain blogging, punya pekerjaan pribadi sebagai Staf Teknik bagian Pengawasan Proyek. Teknik Sipil menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupanya.
    Masukan Email Anda Untuk Dapatkan Update GRATIS!

    Artikel Terkait:

    Post a Comment

    Iklan Tengah Post