Mari Mengenal Makanan dan Minuman Khas Suku Sabu Raijua

Bloggerntt.com - Mari Mengenal Makanan dan Minuman Khas Suku Sabu Raijua, Sabu merupakan sebuah pulau yang ada di NTT. Suku Sabu (sawu,savu) disebut juga sebagai Do Hawu atau Havunese,adalah suku yang mendiami Pulau Sabu (Rai Hawu).

Namanya mungkin tidak setenar Pulau Komodo atau Rinca.

Pulau Sabu adalah sebuah pulau kecil dan terpencil di Nusa Tenggara Timur.

Penduduk pulau ini punya kebiasaan dan tradisi unik yang masih terjaga sampai saat ini.

Mereka secara turun-temurun punya kebiasaan minum air gula sebagai pengganti makanan.

Penduduk Pulau sabu juga mewarisi tradisi kerajinan tenun dari bahan kapas asli yang biasanya ditanam di kebun belakang rumah.

Penduduk pulau ini punya kebiasaan dan tradisi unik yang masih terjaga sampai saat ini.

Mereka secara turun-temurun punya kebiasaan minum air gula sebagai pengganti makanan.

Penduduk Pulau sabu juga mewarisi tradisi kerajinan tenun dari bahan kapas asli yang biasanya ditanam di kebun belakang rumah.

Dari Pelabuhan Tenau Kupang, dilanjutkan dengan perjalanan laut menuju Pulau Sabu sekitar 4 jam dengan ferry cepat.
Pulau Sabu adalah pulau terluar di bagian selatan Indonesia yang terletak di antara Pulau Sumba dan Pulau Rote.

Di Pulau Sabu, kamu mungkin akan kesulitan menemukan transportasi umum.

Warga biasanya bepergian dengan kendaraan pribadi atau menumpang kendaraan yang lewat.

Berikut ini Makanan dan Minuman Khas Suku Sabu Raijua di Nusa Tenggara Timur

1. Wollapa

Wollapa merupakan makanan khas masyarakat di kabupaten Sabu Raijua,NTT.

Mari Mengenal Makanan dan Minuman Khas Suku Sabu Raijua, diantaranya wollapa, gula sabu, sopi/tuak, duwe, lawar.

Makanan ini terbuat dari bahan dasar beras yang ditumbuk sampai halus dan gula merah dari lontar khas Sabu.

Beras pilihan awalnya ditumbuk dan dicampur menjadi seberti adonan kue adonan tersebut kemudian dibentuk dan dibungkus menggunakan kulit jagung yang sudah kering atau juga daun kelapa dan kemudian dikukus hingga matang.

Makanan ini biasanya dijual Rp. 1.000,00/buah.

2. Gula Sabu

Mari Mengenal Makanan dan Minuman Khas Suku Sabu Raijua, diantaranya wollapa, gula sabu, sopi/tuak, duwe, lawar.
Gula Sabu merupakan makanan khas masyarakat di pulau Sabu yang berbentuk cairan kental,warnanya coklat kehitaman menyerupai kecap.
Gula sabu berbahan dasar yang disadap dari pohon lontar.
Gula sabu merupakan hasil olahan pertanian mayoritas penduduk Pulau Sabu dan Raijua.
Hal tersebut tidak aneh di sana karena pohon tuak di sana sangatlah banyak dan merupakan sumber nira(bahan baku pembuatan gula sabu).
Gula sabu bahasa Sabunya “Donahu” atau lengkapnya “Donahu Hawu”.
Bagi masyarakat di sana gula sabu merupakan pangan utama selain beras dan jagung yang melengkapi keseharian mereka ditengah kondisi geografis Pulau Sabu yang rawan kekeringan. Apabila di sana terjadi gagal panen tanaman palawija dan stok makanan menipis, maka gula Sabu juga dipakai sebagai panganan untuk tetap bertahan.

Cara menikmatinya sendiri yaitu hanya disendok gula sabunya lalu dimakan.
Cara lainnya adalah gula sabu diseduh dengan air hangat maupun dingin,kemudian diminum seperti teh atau kopi.
Bisa juga dicampurkan dalam membuat rujak.
Gula sabu diyakini memiliki kalori yang cukup, sebab meneguk beberapa sendok atau tegukan maka akan terasa kenyang.
Gula Sabu juga memiliki manfaat gula sabu yang diseduh dengan air dapat menyembuhkan penyakit magh.
Dan bagi anda yang ingin diet juga bisa menyeduh gula sabu degan air. Gula Sabu juga dapat dijadikan bahan campuran jenis pangan lainnya.

3. Duwe

Duwe merupakan minuman khas masyarakat di Pulau Sabu dan Raijua.
Duwe terbuat dari buah tuak yang disadap selama beberapa hari. Rasanya sangat manis, dan bisa menetralkan tensi orang yang HB nya rendah atau HB nya tinggi.
Untuk mendapatkannya kita bisa membelinya pada mone(sebutan pria) yang baru turun dari pohon tuak, karena kita bisa mendapatkan lebih banyak dan murah dengan harga Rp. 2.000,00 saja.

4. Sopi/ Tuak

Sopi/ tuak merupakan minuman khas dari pulau sabu, sopi/ tuak sering diminum dalam acara-acara adat tertentu.
Namun akibat seringnya banyak permintaan sopi/ tuak sendiri sering dijual secara illegal.
Sopi/ tuak terbuat dari air tuak yang disadap kemudian dimasak dalam sebuah tungku kedap udara. Kemudian uapnya yang berubah menjadi zat cair disuling ke dalam batang bambu dan ditampung didalam botol,sebelum itu pertama-tama dibubuhka bubuk akar husor yang tekah ditumbuk. Maksunya agar air sopi/ tuak tidak menjadi manis dan mengental sehingga menjadi gula merah ketika dimasak dalam pembuatan sopi/ tuak.

Kualitas sopi/ tuak sendiri berbeda-beda , tergantung dari cara pengolahannya atau pemasakannya, sekali penyulingan menghasilkan dua jerigen atau 10 liter/harinya yang di jual seharga Rp. 10.000,00/ botol mineral sedang atau seharga kurang lebih Rp. 200.000,00/ jerigen.

Sopi/ tuak sendiri mempunyai kandungan alkohol yang tinggi sekitar lebih dari 30%.
Sopi masuk ke dalam minuman keras golongan C.
Jika sopi/ tuak dilegalkan maka kadar alkoholnya akan dibatasi.
Di daerah setempat sopi di produksi masal oleh masyarakat setempat.
Disana sopi/ tuak memang dianggap illegal oleh pemerintah, tapi keberadaannya tetap dibutuhkan untuk mendongkrak ekonomi rakyat dipedalaman dan juga karena sopi telah berakar dalam kehidupan masyarakat sabu.

5. Lawar

Lawar di Sabu sangat berbeda dengan lawar di tempat lain.
Lawar merupakan makanan khas masyarakat Sabu yang dibuat dari rumput laut,cuka,cabe,bawang merah.
Lawar sendiri biasa di santap kosong atau juga bisa disantap dengan nasi. dengan menggunaka nasi merah,dan ikan kecil.

Sekian artikel Mari Mengenal Makanan dan Minuman Khas Suku Sabu Raijua, semoga bermanfaat. Salam.

Sumber:
- https://virgofebfreesh.wordpress.com/2017/11/26/makanan-dan-minuman-khas-suku-sabu-raijua
- http://ariantosntt.blogspot.com/2016/07/wollapa-makanan-khas-kabupaten-sabu.html

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel