Keindahan Pesona Alam dan Aura Mistis di Gunung Fatuleu Kupang

Bloggerntt.com - Keindahan Pesona Alam dan Aura Mistis di Gunung Fatuleu Kupang, Gunung Fatuleu merupakan perbukitan batu terkenal dan menjadi salah satu objek wisata di Kupang, NTT.

Gunung itu terletak di Desa Nunsaen, Kecamatan Fatuleu Tengah, Kabupaten Kupang, yang bisa ditempuh dengan menaiki kendaraan selama dua jam dari Oelamasi, ibu kota Kabupaten Kupang.

Selain menjadi objek wisata, Gunung Batu ini juga menyimpan aura magis. Gunung ini bahkan sempat didatangi pelawak Tukul Arwana untuk syuting program televisi yang berbau klenik. Tempat ini juga dijadikan sebagian warga sebagai tempat meminta kekuatan magis.

Setiap akhir pekan, banyak warga lokal yang ingin menaklukkan puncak bukit batu tersebut. Dibutuhkan setidaknya tiga sampai empat jam untuk tiba di puncak.

Gunung Batu Fatuleu dalam bahasa lokal berarti Gunung Batu Keramat. Fatu Leu juga menurut warga setempat sebagai tempat berdoa Suan (pemilik alam) yang terdiri dari tiga gunung batu, yakni Tuik Neno (suan punya-batu Tuhan untuk doa) yang merupakan puncak Gunung Batu Fatuleu, Askauana (anak dari alam), dan Nua Leu Asu Oko (raja alam).

"Ada pengunjung yang datang untuk mendaki, ada juga yang mau bermeditasi minta kekuatan alam. Tempat meditasi di dalam gua gunung batu ada tempat duduk indah dan juga meja dari batu," kata Salmon Suan, penerus suku Suan yang bertugas sebagai pemandu para wisatawan.

GUNUNG Fatuleu di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, tidak hanya obyek wisata yang mengandalkan keunikan disertai aura magis.

Gunung yang hampir seluruhnya terbentuk dari bongkahan batu hitam, hingga tampak angkuh dan garang, juga menyimpan peran, yakni sebagai pemandu tahapan kegiatan bertani masyarakat sekitar. Termasuk dalam wilayah Desa Nunsaen, Kecamatan Fatuleu Tengah, Gunung Fatuleu terletak sekitar 40 kilometer dari pusat pemerintahan Kabupaten Kupang di Oelamasi, atau kurang lebih 70 kilometer sebelah timur Kota Kupang.

Pada hari Minggu atau hari libur lain, kawasan Gunung Fatuleu ramai dikunjungi. Sebagian pengunjung ada yang secara diam-diam ingin merasakan aura magis atau susuk yang terpancar dari gunung setinggi 1.111 meter di atas permukaan laut itu. Ada pula kelompok remaja berlatih olahraga panjat tebing di gunung itu.

Gencarnya pilihan berwisata ke lokasi itu erat kaitannya dengan ketersediaan infrastruktur jalan sejak setahun lalu. Jalan beraspal mulus yang tersambung mulai titik persimpangan Lintas Timor di Lili, Kecamatan Fatuleu, adalah bagian dari Poros Tengah, yang nantinya membuka isolasi kawasan hingga menyentuh perbatasan Oekusi, Timor Leste. Panjang jalan poros tengah 159,2 kilometer. Hingga pertengahan Oktober 2015, bagian jalan yang sudah beraspal mulus mulai dari Lili hingga Kampung Kofi di Oelbitneno sepanjang 20 kilometer, atau sekitar tiga kilometer setelah Gunung Fatuleu.

Oleh karena itu, pilihan melancong ke Gunung Fatuleu dipastikan nyaman meskipun masih ada sedikit gangguan di Lili. Kendaraan yang melintas untuk sementara waktu masih harus menerobos alur sungai di Lili karena jembatan sedang dibangun. Mobilitas warga saat ini mengandalkan kendaraan bak terbuka yang dimodifikasi menjadi angkutan pedesaan.

Bupati Kupang Ayub Titu Eki telah meresmikan kawasan Gunung Fatuleu sebagai salah satu obyek wisata di daerahnya. Peresmiannya didahului ritual adat yang disebut feset, dengan hewan kurban berupa seekor babi. Ritual yang bermakna menyambut para tamu pelancong digelar di depan mulut Goa Nualeu, salah satu titik sakral sekitar kaki Gunung Fatuleu. Masih di sekitar kaki gunung yang sama di titik lainnya tersedia sejumlah pondok peneduh bagi para pengunjung.

Warga Kampung Sublele, Desa Nunsaen, Marthen Kake (19), yang beberapa kali berperan sebagai pemandu tamu Gunung Fatuleu, menyebutkan, jika pengunjungnya sekelompok remaja hampir dipastikan ada pemanduan untuk kegiatan memanjat tebing.

Ada pula pemanduan bagi tamu yang khusus mengunjungi Goa Nualeu dan juga mesbah di sekitarnya. ”Kelompok tamu yang membutuhkan pemanduan itu hanya untuk mereka yang berniat mengunjungi Goa Nualeu atau panjat tebing. Kelompok pengunjung yang menyaksikan Gunung Fatuleu dari areal pondok peneduh tidak butuh pemandu,” tambah Rise Manbait (21), rekan Marthen Kake.

Selain berhawa sejuk, berbagai kisah beraroma mistis juga ikut mendongkrak daya tarik Gunung Fatuleu sebagai obyek wisata. Konon, berbagai bencana atau peristiwa selalu didahului tanda khusus di Gunung Fatuleu. Sejumlah contoh di antaranya terkait Gerakan 30 September 1965, berpulangnya mantan Presiden Soekarno, mantan Presiden Soeharto, Ibu Tien Soeharto, mantan Presiden Gus Dur, gempa dan tsunami Flores, tsunami Aceh, dan banyak lagi. ”Semuanya didahului longsoran batu dari dinding atau puncak Gunung Fatuleu,” kisah tetua Marthen Suan (53).

Fatule’u erasal dari bahasa Dawan/Timor dari kata Fatu yang artinya Batu dan Le’u yang berarti keramat. Disebut batu keramat karena dahulu tempat ini dijadikan tempat bertapa dan tempat ritual adat. (dalam bahasa Dawan/Atoin Meto berarti Batu Keramat).
Bukita batu ini memiliki tinggi 875 Dpl. Tempat ini menjadi salah satu lokasi yang banyak dikunjungi oleh orang yang ada di kawasan Pulau Timor dan pulau lainnya di NTT. Saat berkunjung kita bisa menikmati keindahan bukit batu hitam kecoklatan yang kokoh berdiri di sisi kanan jalan. Kita juga bisa mencoba memanjat bukit batu ini dengan tanpa menggunakan pengaman dan bermodalkan nyali dan ketangkasan.

Keindahan Pesona Alam dan Aura Mistis di Gunung Fatuleu Kupang

Keindahan Pesona Alam dan Aura Mistis di Gunung Fatuleu Kupang

Keindahan Pesona Alam dan Aura Mistis di Gunung Fatuleu Kupang

Keindahan Pesona Alam dan Aura Mistis di Gunung Fatuleu Kupang

Banyak orang yang ingin mendaki sayangnya kebanyakan hanya mampu sampai sau titik di mana terdapat Salib. Untuk bisa sampai ke puncak diperluhkan waktu sekitar 40 menit. Saat anda sampai dipuncak anda akan menikmati panorama yang mungkin sulit diungkapkan dengan kata. Saat di atas kita akan menikamati udara yang sejuk dan pemandangan alam yang hijau dan pantai Kota Kupang.

Saat hari minggu atau hari libur banyak yang berkunjung ketempat ini. Ditempat ini ada penjul yang menjajakan berbagi jenis makanan ringan, minuman, kelapa muda, jagung dll.
Kawasan yang terletak di desa Nunsaen, Kecamatan Fatuleu Tengah Kabupaten Kupang ini berjarak sekitar 40 KM dari pusat pemerintahan Oelamasi dan sekitar 70 KM dari Kota Kupang. Dari Kota Kupang diperluhkan waktu sekitar 1 jam 30 menit.

Jalannya beraspal mulus yang merupakan  bagian dari jalan Poros Tengah, yang nantinya membuka isolasi kawasan hingga menyentuh perbatasan Oekusi, Timor Leste. Saat berkunjung kita harus menggunakan kendaraan pribadi. Selama perjalanan mata kita akan di manjakan dengan pemandangan hijau dan udara yang sejuk. Harga tiket per motor Rp. 5.000. Saat ingin naik ke bukit batu wajib mengisi buku tamu.

Sekian artikel Keindahan Pesona Alam dan Aura Mistis di Gunung Fatuleu Kupang, semoga bermanfaat. Salam.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Keindahan Pesona Alam dan Aura Mistis di Gunung Fatuleu Kupang"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel