Iklan Billboard 970x250

Artikel Terkait

Untuk Anda yang mau mengirimkan karya literasimu, baik itu cerpen, puisi, esai dan karya literasi lainya, silahkan Anda buka disini Kirim Artikel. LINK UNDUH SUDAH SAYA PERBAIKI. (Khusus Pada Artikel Aplikasi Android )

×
Gunung Mutis, Antara Mistis dan Eksotisme. Surganya Keindahan dari Pulau Timor Manise

Iklan 728x90

Gunung Mutis, Antara Mistis dan Eksotisme. Surganya Keindahan dari Pulau Timor Manise

    Bloggerntt.com - Gunung Mutis - Desa Fatumnasi, Antara Mistis dan Eksotisme. Surganya Keindahan dari Pulau Timor Manise, Nusa Tenggara Timur memiliki keindahan dan pesona alam yang tidak ada habisnya. Lain waktu Anda berniat mengunjunginya, jangan hanya mampir ke Kupang yang terkenal dengan wisata Pantai Kolbano, Pulau Kera, dan Gua Kristalnya. Sempatkan waktu untuk menengok keindahan Cagar Alam Gunung Mutis.

    Gunung Mutis, Antara Mistis dan Eksotisme. Surganya Keindahan dari Pulau Timor Manise

    Cagar Alam Gunung Mutis, Desa Fatumnasi

    Cagar Alam Gunung Mutis ini terkenal dengan gunung-gunung batu marmernya yang oleh masyarakat setempat disebut Faut Kanaf atau batu nama. Kawasan wisata ini berjarak sekitar 140 km dari timur laut dari Kota Kupang dan memiliki luas sekitar 12.000 hektar. Kawasan cagar alam ini dihuni oleh salah satu suku tertua di NTT yaitu Suku Dawan.

    Kawasan Wisata Gunung Mutis memiliki tipe vegetasi yang merupakan perwakilan hutan homogen dataran tinggi. Kawasan ini juga didominasi berbagai jenis ampupu (Eucalyptus urophylla) dan cendana (Santalum album). Selain kedua jenis tumbuhan itu, masih ada beragam jenis lain seperti paku-pakuan, rumput-rumputan, dll.

    Fauna kawasan ini juga sama kayanya. Di kawasan ini pengunjung bisa menjumpai rusa Timor (Cervus timorensis), kuskus, biawak timor (Varanus timorensis), ular sanca Timor (Phyton timorensis), punai Timor (Treon psittacea), betet Timor (Apromictus jonguilaceus), pergam Timor (Ducula cineracea), dll.
    Hal lain yang menarik untuk disaksikan adalah bagaimana suku-suku asli kawasan ini memanfaatkan dahan dan ranting pohon-pohon besar untuk membuatkan rumah bagi lebah hutan penghasil madu. Bagi masyarakat setempat, lebah hutan membantu mereka menopang kehidupan ekonomi dari hasil ternak dan pertanian.

    Kawasan Wisata Cagar Alam Gunung Mutis terletak di wilayah Kecamatan Mollo Utara, Kabupaten Timor Tengah Selatan.

    Kawasan Cagar Alam Gunung Mutis terletak di bagian barat laut Pulau Timor, Secara administrasi Cagar Alam Gunung Mutis berada dalam dua wilayah kabupaten yaitu Kabupaten Timor Tengah Selatan dan Timor Tengah Utara.

    Secara keseluruhan keadaan topografi Kelompok Hutan Mutis adalah berat dengan relief berbukit sampai bergunung dan keadaan lereng miring sampai curam. Sedangkan keadaan lapangan kawasan Cagar Alam Gunung Mutis dan sekitarnya bergelombang sampai bergunung, sebagian besar wilayahnya mempunyai kemiringan 60% ke atas . Puncak tertinggi adalah Gunung Mutis dengan ketinggian 2.427 meter dpl.

    Formasi geologi di Kelompok Hutan Mutis – Timau (Pulau Timor) sebagian tersusun dari Deret Sonebait dan sebagian kecil dari Deret Kekneno. Sekis Hablur, Batuan Basah Menengah, Batuan Basah, Batuan Endapan Meogen dan Paleogen.

    Jenis tanah yang terdapat di wilayah Mutis Timau terdiri atas tanah-tanah kompleks dengan bentuk pegunungan kompleks dan jenis tanah mediterium dengan bentuk pegunungan lipatan.

    Gunung Mutis dan sekitarnya merupakan daerah terbasah di Pulau Timor, hujan turun hampir setiap bulan dengan frekuensi hujan tertinggi terjadi pada bulan November sampai Juli ,Suhu berkisar antara 14’C – 29’C, dan pada kondisi ektrim dapat turun hingga 9’C . Angin kencang berkecepatan tinggi terjadi pada bulan November sampai Maret.

    Keadaan hujan yang turun hampir setiap bulan sepanjang tahun, memungkinkan kawasan Cagar Alam Gunung Mutis ini menjadi sumber air utama bagi tiga Daerah Aliran Sungai (DAS) besar di Pulau Timor yaitu Noelmina dan Noel Benain di bagian selatan dan Noel Fail di bagian utara. Drainase aliran sungainya berpola dendritis (Noel Mina dan Noel Benain) sebagai akibat kompleksitas permukaan di bagian selatan dan pola pararel (Noel Fail) akibat kelerengan yang relatif seragam di bagian utara.

    Ada enam desa yang berbatasan langsung dengan Cagar Alam Gunung Mutis yaitu Desa Tutem, Bonleu, Nenas, Nuapin, Nunbena dan Fatumnasi.

    Kawasan Cagar Alam Gunung Mutis dan sekitarnya termasuk tipe hutan hujan yang relatif homogen dan di dominasi oleh jenis ampupu (Eucalyptus Urophylla). Jenis lain yang menonjol setelah ampupu adalah podocarpus sp, casuarinas junghuniana Mig dan Celtis Wightii Planch yang membentuk tajuk lapis kedua di bawah tajuk ampupu.

    Secara vertikal kawasan hutan Cagar Alam Gunung Mutis dapat terlihat tersusun atas tiga lapis tajuk pohon. Lapisan paling atas setinggi 35 – 45 meter, lapisan kedua antara 15 – 25 meter dan lapisan ketiga berupa perdu atas pohon kecil dengan ketinggian 2 – 5 meter.

    Masing-masing lapisan di dominasi oleh jenis tertentu, lapisan paling atas umumnya pohon ampupu (Eucalyptus Urophylla), lapisan kedua oleh pohon Tune (Podocarpus sp) dan Celtis Wiqhtii Planch, sedang lapis ketiga adalah Belta jenis Natwon (Daphiniphyllum Glancescens BI) yang tersebar merata di bagian bawah.

    Secara umum dapat dikatakan bahwa hutan lokasi pengamatan relatif homogen dan tumbuh secara alami. Hal ini terlihat dari sedikitnya jumlah jenis pohon yang tercatat dalam petak contoh seluas 1 Ha. Selain dari jumlah jenis yang sangat sedikit, tegakannya juga didominasi oleh satu jenis pohon. Dari sample plot tercatat 15 jenis pohon, dengan jenis dominan Eucalyptus urophylla yang mempunyai nilai penting

    Meskipun hutan ini homogen, tidak seperti layaknya hutan hujan tropika, kerapatan pohonnya realtif sedang. Keterbatasan jumlah jenis dilokasi pengamatan, selain disebabkan luas sample plot yang relatif kecil diduga juga disebabkan keadaan lingkungan yang agak ekstrim. Keadaan lingkungan ini membatasi jumlah jenis yang mampu beradaptasi dengan daerah setempat. Keadaan lingkungan yang diduga sebagai pembatas adalah kondisi topografi permukaan, tekanan angin, suhu, keadaan cuaca, zonasi kegiatan ternak, penebangan dan praktek pertanian yang berpindah-pindah.

    Tidak berbeda dengan keadaan pohon, belta dilokasi juga sedikit jumlah jenisnya dan didominasi oleh satu jenis tertentu. Dari sample plot belta ukuran 10m x 10m tercatat hanya ada 9 jenis. Jenis yang paling dominan adalah Daphniphyllum Glaucescens.

    Pohon ampupu mempunyai perakaran yang dangkal meskipun tumbuhan ini dapat mencapai diameter batang lebih dari 2 meter dan tinggi 45 meter, akibatnya pohon mudah tumbang bila tertiup angin kencang.

    Pada bagian bawah tegakan pohon ampupu agak terbuka dan banyak ditumbuhi jenis rumput. Didalam kawasan Cagar Alam Gunung Mutis terlihat padang rumput yang tidak ditumbuhi oleh pohon bahkan perdu datau herba lain. Padang rumput tersebut merupakan padang penggembalaan terutama ternak penduduk disekitar kawasan

    Gunung Mutis Masuk 10 Kategori Dataran Tinggi Terpopuler di Indonesia

    Gunung Mutis yang terdapat di Kabupaten TTS, Provinsi NTT masuk dalam kategori 10 dataran tinggi terpopuler di Indonesia kategori penerima penghargaan Anugerah Pesona Indonesia 2018.

    Alamat dan Rute Menuju ke Gunung Mutis

    Gunung Mutis, Antara Mistis dan Eksotisme. Surganya Keindahan dari Pulau Timor Manise


    Untuk mencapai kawasan Cagar Alam Gunung Mutis dapat ditempuh melalui tiga jalur yakni dari arah selatan, timur dan utara. Dari arah selatan dan timur melewati Kabupaten Timor Tengah Selatan, dimana setelah tiba di Kapan (Kota Kecamatan Molo Utara) jalur menuju lokasi Cagar Alam Gunung Mutis terbagi atas dua arah yaitu, arah selatan menuju Desa Fatumnasi (49 Km dari Soe, Kota Kabupaten TTS), dan arah timur melalui Desa Bonleu (30 Km dari SoE, Kota Kabupaten TTS). Sedangkan dari utara melalui Kabupaten Timor Tengah Utara.

    Dari Jakarta terbang dulu ke Bandara Eltari Kupang, kalau direct 3 jam. Dari Kupang berkendara ke Kota Soe (ibu kota Kabupaten TTS) 2-2,5 jam kalau langsung. Tapi percayalah, kita akan tergoda mampir-mampir buat berfoto, di antaranya di Jembatan Noelmina dan Puncak Siso. Sunset dari Puncak Siso yang dikenal sebagai Puncak Pass-nya Soe patut dipujikan. Sebaiknya bermalam dulu di Soe, baru esok paginya melanjutkan perjalanan ke Desa Fatumnasi.

    Kalau tujuan Trippers hanya homestay Lopo Mutis milik Pak Mateos Anin (ketua adat suku asli di Fatumnasi yang dikenal sebagai kuncennya Gunung Mutis), bisa naik mobil biasa dari Soe. Tapi kalau mau sekalian ke kaki Gunung Mutis dengan berkendara, disarankan sewa mobil 4WD. Saya dan teman-teman memilih yang kedua karena target kami mendaki Gunung Mutis.

    Total jarak Kota Soe ke Fatumnasi sekitar 40 km. Waktu tempuh kalau tanpa berhenti-berhenti sekitar 3 jam.

    Dari Kota Soe kita mengarah ke utara, melewati Kapan (kota kecamatan Mollo Utara) yang memiliki pasar tumpah. Kami sempat stuck cukup lama di sini karena ulah sebagian mobil pengangkut barang dan pengendara motor yang nggak tertib, bikin jalanan jadi benang kusut. Kondisi jalanan sampai Desa Kapan masih terhitung baik, tapi selepas itu jalanan hanya berupa makadam, belum aspal. Mulai menanjak dan meliuk-liuk.

    Tak ada angkutan umum yang akan membawa Anda berangkat dari Kota SoE hingga lereng Gunung Mutis yang berjarak 30 km.

    Jadi, Anda dapat menyewa mobil secara kolektif, seperti mobil pikap dengan atap tertutup. Biaya yang ditarik untuk ongkos pulang pergi mencapai Rp600 ribu dengan waktu tempuh dua jam sekali jalan.

    Rute/jalur Menuju Desa Fatumnasi :


    1. Dari Bandara Kupang naik ojek (rp20rb, 20 menit) ke tempat ngetemnya bis-bis ke So’e.
    2. Naik bis jurusan So’e (2 jam, Rp.20rb), minta di turunkan di tempat ojek ke Desa Fatumnasi atau angkot/bemo ke Kapan  , baru dari Pasar Kapan lanjut lagi ke Desa Fatumnasi
    3. Ngojek ke Desa Fatumnasi (2-3 jam, Rp100rb sekali jalan) atau angkot/bemo ke Kapan (1 jam, ongkos mungkin Rp10rb) , baru dari Pasar Kapan lanjut lagi ke Desa Fatumnasi dengan ojek (1-1,5 jam ; ongkos mungkin Rp75rb sekali jalan)
    4. Penginapan di Desa Fatumnasi : Rp.100rb per orang per malam, sudah sama makan
    5. Hindari perjalanan malam dan musim hujan

    Menikmati Madu Hutan Gunung Mutis

    Madu hutan Gunung Mutis adalah produk lebah jenis Apis dorsata di kawasan sekitar Cagar Alam Gunung Mutis di Pulau Timor, Nusa Tenggara Timur. Mereka menyerap nectar (sari) bunga pohon Eucalyptus alba saat mekar pada bulan Juni-Juli serta Desember-Januari, membangun sarang di kawasan itu dan memproduksi madu kaya manfaat.

    Kelestarian produksi madu alam Gunung Mutis tercapai seiring dengan terjaganya kawasan itu. Masyarakat setempat, selaku pemegang kuasa atas wilayah adat yang menjadi tempat tumbuh pohon Eucalyptus alba (disebut juga wilayah “Suf”), telah membangun sistem untuk itu.

    Mereka menghidupkan aturan pemanfaatan wilayah Suf agar pohon-pohon yang ada, termasuk pohon madu, terjaga dengan baik dari kerusakan dan kebakaran hutan. Aturan itu juga untuk memastikan bahwa fungsi kawasan hutan sebagai wilayah tangkapan air untuk wilayah sekitarnya meningkat.

    Saat ini, madu alam Gunung Mutis dipanen oleh 176 keluarga dalam sepuluh kelompok tani yang bergabung dalam Jaringan Kelompok Masyarakat Mutis-Babnai. Jaringan ini membantu pemasaran produk madu ke kota dengan harga yang adil.

    Pada saat panen, sarang lebah yang diambil dari pohon lalu diiris dan ditiriskan pada media penyaring yang terbuat dari baja tahan karat, tanpa diperas. Proses tanpa pemerasan ini menghasilkan madu organik dengan kadar air yang pas yaitu sekitar 21%, dan juga mengandung enzim diastase positif yang berguna untuk kesehatan.

    Saat ini madu alam Gunung Mutis telah dipasarkan di kota Soe dan Kupang. Produk ini dijual di sejumlah toko dan koperasi pada beberapa kantor pemerintah.

    Untuk informasi produksi dan distribusi madu alam Gunung Mutis, hubungi:
    Jaringan Kelompok Masyarakat Mutis-Babnai
    Kecamatan Fatumnasi, Timor Tengah Selatan, NTT
    a.n. Novemris Tefa, HP: 085253311828

    Madu Hutan Gunung Mutis adalah produk yang GREEN, karena:

    1. sistem pemanenan sarang lebah untuk menghasilkan madu memperhatikan sisi keberlanjutan
    2. kegiatan ini membantu pengelolaan kawasan konservasi di CA Gunung Mutis menurunnya jumlah perburuan binatang liar di kawasan konservasi.
    3. pembuatan madu ini tidak menggunakan bahan kimia tambahan
    4. diolah secara organik dengan memperhatikan aspek sanitasi peralatan
    5. Madu Hutan Gunung Mutis adalah produk yang FAIR, karena
    6. usaha kecil yang diolah oleh kelompok masyarakat di sekitar CA Gunung Mutis
    7. sistem usaha ini menjaga warisan leluhur dn kearifan tradisional
    8. sistem perdagangan dilakukan dengan kesepakatan yang adil dan transparan antara produsen dan distributor
    9. usaha madu hutan ini memberikan tambahan pendapatan bagi masyarakat sekitar kawasan konservasi.

    Fasilitas dan Akomodasi yang Tersedia disekitar Gunung Mutis

    Gunung Mutis, Antara Mistis dan Eksotisme. Surganya Keindahan dari Pulau Timor Manise

    Menginaplah dulu di Lopo Mutis yang berupa rumah-rumah bulat dan di dalamnya ada ranjang-ranjang berkelambu. Pak Mateos Anin sang pemilik homestay sekaligus juru kunci Gunung Mutis akan menyambut Anda dengan ramah dan bercerita banyak. Jangan lupa kenakan jaket, kaos kaki tebal dan kupluk untuk melindungi tubuh dari hawa dingin yang cukup menusuk. Asal tahu saja, Fatumnasi ini daerah terdingin di seantero Pulau Timor.

    Tarif homestay Rp100.000 per orang termasuk makan 3 kali. Makanannya masakan rumahan yang percayalah, enak! Keluarga Pak Mateos memasaknya dengan penuh cinta. Ditambah udara dingin, membuat Anda ingin nambah dan nambah terus.

    Galery Foto Pemadangan di sekitar Gunung Mutis

    Gunung Mutis, Antara Mistis dan Eksotisme. Surganya Keindahan dari Pulau Timor Manise

    Gunung Mutis, Antara Mistis dan Eksotisme. Surganya Keindahan dari Pulau Timor Manise

    Gunung Mutis, Antara Mistis dan Eksotisme. Surganya Keindahan dari Pulau Timor Manise

    Gunung Mutis, Antara Mistis dan Eksotisme. Surganya Keindahan dari Pulau Timor Manise

    Gunung Mutis, Antara Mistis dan Eksotisme. Surganya Keindahan dari Pulau Timor Manise

    Gunung Mutis, Antara Mistis dan Eksotisme. Surganya Keindahan dari Pulau Timor Manise

    Gunung Mutis, Antara Mistis dan Eksotisme. Surganya Keindahan dari Pulau Timor Manise

    Gunung Mutis, Antara Mistis dan Eksotisme. Surganya Keindahan dari Pulau Timor Manise

    Gunung Mutis, Antara Mistis dan Eksotisme. Surganya Keindahan dari Pulau Timor Manise

    Gunung Mutis, Antara Mistis dan Eksotisme. Surganya Keindahan dari Pulau Timor Manise

    Gunung Mutis, Antara Mistis dan Eksotisme. Surganya Keindahan dari Pulau Timor Manise


    Penutup

    Bentangan alam yang terhampar di setiap sudut Mutis serta jauh dari hiruk-pikuk keramaian kota, membuat Gunung Mutis ini cocok untuk kamu yang sedang butuh ketenangan, juga obat penghilang stres yang mujarab.

    Meskipun perjalananya cukup jauh, namun semua akan terbayar dengan pemandangan yang akan kamu temui di sepanjang perjalanan. Belum keramahan warga sekitar yang akan kamu temui.

    Kawasan hutan di Gunung Mutis lebih dikenal dengan nama Hutan Bonsai. Minyak Kayu Putih banyak tumbuh di hutan ini. Kayu dengan warna kulit putih begitu kontras dengan hijaunya rerumputan.

    Kawasan yang dikelola perhutani ini sangat terjaga keasriannya. Sepertinya tak ada tangan jahil yang mencoba mengusik keindahan alam Gunung Mutis. Hanya sapi dan kuda saja yang dilepasliarkan untuk mencari makan setiap harinya.

    Ribuan bonsai yang tumbuh rapi menjadi salah satu pemandangan yang akan membuat siapa pun jatuh cinta dengan alam ini. Di kawasan ini kamu bisa menjumpai berbagai jenis flora dan fauna. Sapi dan kuda yang mencari rumput segar di antara ranting pohon dan kicau burung akan semakin menyejukkan untuk dinikmati.


    Sekian review dari bloggerntt.com mengenai Gunung Mutis, Antara Mistis dan Eksotisme. Surganya Keindahan dari Pulau Timor Manise, semoga bermanfaat. Salam.
    Baca Juga
    SHARE
    Marko Kono
    Hi, My name is Marko. Pencinta Malam, Penyuka Hitam, Penikmat Gelap dan Pengurus Tapaleuk, hehehe 😃 Selain blogging, punya pekerjaan pribadi sebagai Staf Teknik bagian Pengawasan Proyek. Teknik Sipil menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupanya.
    Masukan Email Anda Untuk Dapatkan Update GRATIS!

    Artikel Terkait:

    Post a Comment

    Iklan Tengah Post