Iklan Billboard 970x250

Artikel Terkait

Untuk Anda yang mau mengirimkan karya literasimu, baik itu cerpen, puisi, esai dan karya literasi lainya, silahkan Anda buka disini Kirim Artikel. LINK UNDUH SUDAH SAYA PERBAIKI. (Khusus Pada Artikel Aplikasi Android )

×
5 Metode Perhitungan Daya Dukung Pondasi Tiang

Iklan 728x90

5 Metode Perhitungan Daya Dukung Pondasi Tiang

    Bloggerntt.com - 5 Metode Perhitungan Daya Dukung Pondasi Tiang, selamat datang kembali di bloggerntt.com. Kembali saya bagikan uraian penjelasan mengenai 5 Metode Perhitungan Daya Dukung Pondasi Tiang. Metode yang digunakan antaralain:

    5 Metode Perhitungan Daya Dukung Pondasi Tiang

    5 Metode Perhitungan Daya Dukung Pondasi Tiang


    1. Metode Schmertmann-Nottingham (1975)
    2. Metode Van Der Ween
    3. Metode Philipponant
    4. Metode Tumai Fakhroo (1981)
    5. Metode Andina

    1. Metode Schmertmann-Nottingham (1975)

    Qu = Qp + Qc

    Qp = Daya dukung ujung tiang, dihitung dengan formula sebagai berikut :

    Metode Schmertmann-Nottingham (1975)
    Dimana :
    qc1 = Nilai conus rata-rata 0,7D - 4D dibawah ujung tiang.
    qc2 = Nilai conus rata-rata pada kedalaman 8D diatas ujung tiang.
    Qc = Daya dukung selimut Tiang, dihitung dengan formula sebagai berikut :
    Metode Schmertmann-Nottingham (1975)

    Dimana :
    Kc, Ks = Faktor koreksi gesekan pada selimut untuk tanah lempung (clay) dan pasir (sand), Nilai Kc digunakan apabila nilai local friction < 2, sedangkan Ks digunakan apabila nilai locak friction > 2.

    As = Luas bidang kontak tiap interfal kedalaman Fs (Luas selimut tiang)

    Fs = Locak Friction

    Z  = Kedalaman pada nilai fs.

    D = Diamater tiang

    L = Panjang total tiang.

    Metode Schmertmann-Nottingham (1975)


    2. Metode Van Der Ween


    Nilai Qp = daya dukung ujung tiang, di tentukan berdasarkan peramaan dibawah ini.
    Metode Van Der Ween

    Dimana :
    qc = harga rata-rata conus di sepanjang 3,5B di atas dasar pondasi sampai 1B dibawah dasar pondasi.
    3 = Faktor keamanan Qp.
    a = Koefisien tergantung pada jenis tanah dan tiang

    Nilai Qs = daya dukung selimut tiang diperoleh melalaui persamaan :
    Metode Van Der Ween
    Dimana :
    p = keliling tiang
    2 = faktor keamanan untuk Qs.

    Tabel Koefisien a dan b
    Metode Van Der Ween
    Sumber : Herman 1999

    3. Metode Philipponant

    Nilai Qp  = daya dukung ujung tiang diperoleh dari persamaan :
    Metode Philipponant
    Metode Philipponant

    Dimana
    Rp =  Nilai konus rata-rata sepanjang 3B di atas tang dan 3B di bawah tiang.
    ap = Koefisien
    B = diamater tiang


    Tabel Nilai Koefisien ap
    Jenis Tanahap
    Lempung dan Kapur0.5
    Lanau0.45
    Pasir0.40
    Kerikil0.35
    (Sumber : Herman 1999)

    Mencari nilai Qs = daya dukung selimut tiang mengunakan persamaan dibawah ini :
    Metode Philipponant
    dimana P = Keliling tiang

    4. Metode Tumai Fakhroo (1981)

    Mencari daya dukung ujung tiang (Qp) dengan persamaan :
    Metode Tumai Fakhroo (1981)
    Dimana :
    Qp = daya dukung ujung tiang
    qc1 = nilai rata-rata qc pada kedalamaan 4D di bawah ujung tiang
    qc2 = nilai rata-rata qc minimum pada kedalaman 4D dibawah ujung tiang.
    qc3 = nilai rata-rata qc minimum 8D diatas ujung tiang
    Ap = luasan ujung tiang (luas tiang apabila dipotong melintang)

    Mencari nilai Qs = daya dukung selimut tiang

    Qs = f x L x P

    Qs = m x JHP x P

    dimana :

    f = nilai unit lekatan = m x fs < 0,75 Kg/cm2
    Fs = nilai lekatan rata-rata = JHP/L
    JHP = Jumlah hambatan pelakat pada kedalaman L
    m = 10 - 9,5 ( 1 - e-9fs)
    P = Keliling tiang
    L = Panjang tiang.


    5. Metode Andina

    Qp = daya dukung ujung tiang :
    Metode Andina
    Dimana :

    Qp = daya dukung ujung tiang
    qc1 = nilai qc rata-rata pada kedalaman 4D dibawah ujung tiang.
    qc2 = nilai rata-rata qc minimum pada kedalaman 4D dibawah ujung tiang.
    qc3 = nilai rata-rata qc minumun pada 8D diatas ujung tiang.
    Ap = Luas ujung tiang (A penampang ujung)

    Qs = Daya dukung selimut tiang

    Metode Andina
    Dimana :

    fs =  nilai rekatan rata-rata =JHP/L
    D = L - 8B - B' = Panjang tiang yang tertanam efektif pada tanah
    L = Panjang tiang sebenarnya
    B = Diameter tiang
    B' = Diamater kepala tiang.
    P = Keliling

    Maka Qu = (Qp + Qs)/F ....'F adalah safety faktor.

    Refrensi :

    1. Bowles, Joseph E. 1983
    2. Wahyudi, Herman 1999
    3. Szepeshazi, Robert. 2004

    Penutup
    Nah cukup sekian penjelasan dari 5 Metode Perhitungan Daya Dukung Pondasi Tiang, semoga bermanfaat untuk Anda. Salam.
    Baca Juga
    SHARE
    Marko Kono
    Hi, My name is Marko. Pencinta Malam, Penyuka Hitam, Penikmat Gelap dan Pengurus Tapaleuk, hehehe 😃 Selain blogging, punya pekerjaan pribadi sebagai Staf Teknik bagian Pengawasan Proyek. Teknik Sipil menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupanya.
    Masukan Email Anda Untuk Dapatkan Update GRATIS!

    Artikel Terkait:

    Post a Comment

    Iklan Tengah Post