Skip to main content

follow us

Bloggerntt.com - Profil dan Biodata Hendrik Fernandez, dr. Hendrik Fernandez adalah Gubernur Nusa Tenggara Timur yang menjabat sejak 1988 hingga 1993. Semasa menjabat sebagai gubernur, Dokter Endi, demikian ia biasa disapa, dikenal sebagai sosok yang suka menolong dan rendah hati. Bahkan sesaat sebelum ia meninggal, ia menitip pesan pada anak cucunya agar tetap hidup sederhana dan banyak berdoa.

Selama lima tahun memimpin NTT, Fernandez menelorkan Gerakan Meningkatkan Pendapatan Asli Rakyat (Gempar) sebagai salah satu program pembangunan di daerahnya. Salah satu programnya yaitu menanam sejuta anakan jambu mete.

Pada tanggal 6 September 2014, dia meninggal dunia di RS Kartini Kupang akibat serangan stroke yang dideritanya selama 4 tahun.


Profil dan Biodata Hendrik Fernandez


  • Nama: Dokter Hendrikus Fernandez (Anak ke-6 dari 11 bersaudara)
  • Lahir : Weetebula, Sumba Barat Daya, 7 November 1932
  • Ayah: Andreas Fernandez
  • Mama: Fransisca Riberu
  • Istri: Maria Sapora Ola Boleng, S.H
  • Anak: Andreas Fernandez, Fransisca Fernandez, Ir. Michael   Fernandez.
  • Pendidikan: 
* SD di Sumba Barat Daya selama tiga tahun                     
* Schakel School (SS) di Ndao, Ende, Flores, mengikuti kepindahan sang ayah.
* Setelah menyelesaikan studi SR 6 tahun pada 1945 di Ende, Fernandez kemudian berlayar ke Makassar, Sulawesi Selatan, untuk melanjutkan pendidikan Algemene Lager School (ALS) atau setara SLTP pada zaman koloni Belanda atas bantuan seorang pastor asal Jepang, Pater  Michael Iwagana.
*  Setelah tamat di ALS Makassar pada 1948, Fernandez melanjutkan ke Middelbare School (MS), yaitu sekolah menengah umum (SMU) Bahasa Belanda setara MULO di Makassar.
* Tamat SMA di Makassar pada 1953.
* Kuliah di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya. Meraih gelar dokter atau Ars pada 1963.

Baca juga:

  1. Profil dan Biodata W. J. Lalamentik, Gubernur Pertama Nusa Tenggara Timur
  2. Profil dan Biodata El Tari, Gubernur Nusa Tenggara Timur ke 2
  3. Profil dan Biodata Ben Mboi, Dokter yang Pernah terjun Perang dan jadi Gubernur NTT ke 3
  4. Profil dan Biodata Herman Musakabe, Pencetus Nikah Masal dan Wajib kenakan Seragam Motif di NTT
  5. Profil dan Biodata Piet Tallo Gubernur NTT ke 6
  6. Profil dan Biodata Frans Lebu Raya, Pencetus Anggur Merah di NTT
  7. Profil dan Biodata Viktor Bungtilu Laiskodat, Petarung Jalanan yang jadi Gubernur NTT ke 8

  • Karier: 

* Pemilu 1971, Fernandez bergabung dengan Sekretariat Bersama (Sekber) Golkar Flores Timur, dan dicalonkan menjadi anggota DPR/MPR.
* Lolos ke Senayan menjadi anggota DPR-RI dan duduk di Komisi VIII.
* Selepas menjadi anggota DPR/MPR, Fernandez kembali ke Kupang.
* Pada 1 April 1978, Fernandez dilantik Gubernur NTT, dr Ben Mboi, menjadi Direktur RSUD Prof Dr WZ Johannes Kupang menggantikan drg. Widya.
*Dilantik menjadi Kakanwil Kesehatan NTT pada 1 April 1979 oleh Menteri Kesehatan/Kepala BKKBN Pusat saat itu.
*Menjelang Pemilu 1987, Fernandez dipercayakan menjadi anggota DPRD NTT dari Golkar.
* Menjadi  anggota DPRD NTT periode 1987-1992 dan menjadi Ketua DPRD NTT pada periode tersebut.
* Ketika berakhirnya masa jabatan kedua dr. Ben Mboi sebagai Gubernur NTT pada 1988, DPRD NTT kemudian mengusulkan nama Hendrikus Fernandez sebagai calon Gubernur NTT periode 1988-1993 bersama dua orang calon wakil gubernur, yakni SHM Lerrick dan Godlief Boeky.
* Dalam pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur NTT periode 1988-1993 oleh DPRD NTT, pasangan Hendrikus Fernandez dan SHM Lerrick terpilih sebagai gubernur dan wakil gubernur.

Gebrakan Hendrik Fernandez Saat Menjadi Guernur NTT

Tatkala Flobamora dipimpin Gubernur El Tari, rakyat dipacu untuk selalu melakukan penanaman. Saat itu terkenal semboyan, "Tanam... tanam sekali lagi tanam".

Waktu terus bergulir. Ketika 'Kapal NTT' dinakhodai Ben Mboy, muncul Program Operasi Nusa Hijau (ONH) yang dilakukan serentak dengan Operasi Nusa Makmur (ONM) dan Operasi Nusa Sehat (ONS).

Program apa yang ditabuhkan Hendrikus Fernandez?

Lima tahun memimpin NTT, 1998-1993, Hendrik Fernandez menelorkan Gerakan Meningkatkan Pendapatan Asli Rakyat (Gempar) sebagai salah satu program pembangunan di daerah ini.

Para petani diwajibkan menanam sejuta anakan jambu mete dan tanaman bernilai ekonomi lainnya.

Para petani NTT kemudian menikmati hasil dari menanam jambu mete tersebut lewat program Gempar yang ditabuhkan Hendrikus Fernandez.

Fernandez merasa kurang puas jika membiarkan para petani mengolah lahannya sendiri tanpa adanya pendampingan sebagai salah satu langkah untuk meningkatkan hasil produksi petani.

Ia kemudian mengirim para sarjana ke desa-desa untuk membantu para petani dalam mengembangkan lahan pertaniannya lewat program Gerakan Membangun Desa (Gerbades).

Para sarjana menjadi ujung tombak dalam misi pembangunan pertanian dimaksud.

Selama menjadi Gubernur NTT, Fernandez menerima empat penghargaan dari Menteri Kependudukan dan Keluarga Berencana sebagai bentuk penghormatan atas jasanya dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat lewat program-program pembangunan yang ditelorkannya.

Almarhum Hendrikus Fernandez adalah perintis pengembangan kawasan industri Bolok (KIB).
Ia kemudian mengundang El Nusa untuk membangun pelabuhan laut sebagai "base camp-nya" Celah Timor.
Namun, setelah Timor Timur lepas dari Indonesia melalui jajak pendapat pada Agustus 1999, nasib pelabuhan tersebut seakan tak dirawat.

Tetapi, akhirnya kawasan pelabuhan itu dijadikan sebagai Pangkalan Utama TNI-AL (Lantamal) Kupang, sampai sekarang.

Almarhum juga memiliki visi pembangunan yang sangat menjanjikan dengan merintis NTT Development Coorporation untuk menarik para investor menanamkan modalnya di KIB sebagai mata rantai untuk membangun kawasan industri segitiga Pulogadung-Bolok-Darwin atau Jakarta-Kupang-Darwin.

Sekian Profil dan Biodata Hendrik Fernandez, Pencetus GEMPAR dan GERBADES di NTT, semoga bermanfaat. Salam FLOBAMORA.

You Might Also Like:

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar