Skip to main content

follow us

Bloggerntt.com - Penjelasan Jenis Dan Macam Resiko Yang Dapat Diasuransikan, Kembali lagi dengan informasi seputar dunia asuransi. Kali ini bloggerntt.com akan menjelaskan secara detai jenis-jenis atau macam resiko yang bisa di asuransikan.

Pada pembahasan bloggerntt.com sebelumnnya, kami membahas Penjelasan Cara kerja Asuransi untuk kita ketahui bersama.

Namun sebelumnya Anda juga harus paham jenis-jenis asuransi itu sendiri. Seperti asuransi kesehatan, asuransi jiwa, asuransi kebakaran, asuransi kendaraan bermotor dll.

Baca juga :

  1. Pengertian Asuransi, dan Klaim Asuransi Terlengkap
  2. Prinsip-Prinsip Dasar dalam Dunia Asuransi
  3. Alasan Memiliki Polis Asuransi
  4. Jenis-Jenis Asuransi Terbaik yang ada di Indonesia
  5. Penjelasan Cara kerja Asuransi

Nah, kali ini bloggerntt.com akan memberikan pemahaman secara terperinci mengenai Jenis Dan Macam Resiko Yang Dapat Diasuransikan.


Silahkan simak penjelasanya dibawah ini dengan seksama.

Penjelasan Jenis Dan Macam Resiko Yang Dapat Diasuransikan

Tidak semua resiko dapat tergolong resiko yang dapat diasuransikan. Diantara jenis-jenis resiko tersebut, karakter resiko yang dapat diasuransikan yaitu sebagai berikut:

1. Bersifat Partikular


  1. Karakter resiko ini identik dengan resiko murni, tetapi dampak atau keparahan akibat yang ditimbulkan (severity) masih dalam batas-batas yang bisa dihitung atau dikalkulasi.
  2. Tidak seperti resiko fundamental dimana keparahan akibat yang ditimbulkan sangat luas bahkan nyaris tak terbatas sehingga sulit di kalkulasi (katastropik).

Contoh resiko partikular: Kebakaran bangunan, pencurian.

Contoh resiko fundamental : perang, kontaminasi laut, polusi

2. Resiko Murni (Pure Risk)

resiko yang jika peristiwanya benar-bernar terjadi akibatnya ada dua: menimbulkan kerugian (loss) atau tidak menimbulkan kerugian (not loss/breakevent).

Tidak ada akibat yang memberikan keuntungan (gain) seperti dalam resiko spekulatif.

Secara ekstrim dapat dikatakan bahwa resiko murni ini identik dengan musibah / kecelakaan.

Contoh: Peristiwa kebakaran, pencurian, kecelakaan dsb.

3. Eksposur yang sejenis (Homogenous Exposure)

Objek asuransinya harus merupakan sumber daya yang keberadaannya cukup banyak dalam jumlah dengan model atau type yang sejenis dan resiko yang sama (similarly).

Hal ini berkaitan dengan doktrin asuransi tentang Law of The Large Number.


4. Memiliki nilai Finansial

Karakter finansial artinya objek asuransi atau sumber daya yang terancam resiko harus dapat diukur dengan uang secara objektif sehingga apabila terjadi kerugian juga dapat diukur/dihitung dengan uang.

Lazimnya pengukuran dari aspek financial adalah nilai objektif dan bukan nilai subjektif atau sentimental value.

Untuk benda-benda yang mempunyai nilai subjektif dalam praktek asuransi sering dilakukan kesepakatan terlebih dahulu antara nasabah dan perusahaan asuransi dengan metode kesepakatan nilai pertanggungan atau agreed value.


5. Bersifat tidak terduga (Fortuitous)

Karakter ini berkaitan dengan peristiwa yang menimbulkan kerugian, dimana peristiwanya harus bersifat tiba-tiba, tak terduga, tak dikehendaki tertanggung dan bukan persitiwa yang bersifat gradual.

Dengan demikian kerusakan objek atau kerugian yang dialami tertanggung sifatnya adalah: accidental damage bukan gradually damage (korosi, karat, luntur).

6. Tidak bertentangan dengan Hukum / Kebijakan Umum (Not against public policy)

Praktek transfer resiko ke asuransi dibuat dalam suatu kontrak perjanjian yang tidak boleh bertentangan dengan ketentuan-ketentuan hukum yang berlaku.

Contoh: Untuk suatu tindakan kejahatan atau kriminal tidak boleh asuransi memberikan proteksi kepada yang membuat kejahatan tersebut.

Sehingga tindakan tertanggung yang sengaja merusak atau menipu asuransi sah untuk tidak diberikan proteksi.

Selain itu, pengangkutan atau stock barang-barang illegal yang melanggar hukum berarti tidak memenuhi karakter atau syarat insurable risk.

7. Adanya Kepentingan yang dapat di asuransikan (Insurable Interest)

Karakter ini menyatakan bahwa : yang membuat perjanjian asuransi hanya mereka yang mempunyai kepentingan keuangan yang melekat pada objek pertanggungan dan kepentingan keuangan yang melekat itu harus sah menurut hukum yang berlaku (recognized at law).

Rangkumnanya seperti ini. Prinsipnya, resiko yang diproteksi perusahaan asuransi memiliki kriteria berikut:

  • Dapat dinilai secara finansial
  • Masuk dalam salah satu jenis asuransi yang ditawarkan perusahaan
  • Terdapat sejumlah orang dengan resiko yang sama
  • Layak untuk diasuransikan (memiliki nilai yang material dan kepentingan asuransi)
  • Kriteria resiko di atas biasanya sudah diolah perusahaan asuransi menjadi produk asuransi yang siap ditawarkan kepada masyarakat.

Jenis-jenis resiko umum yang dikenal dalam usaha perasuransian antara lain: 

Dalam menanggung risiko tersebut minimal ada 5 cara yang dapat dilakukan, antara lain:
  1. Menghindari risiko. Jangan melakukan kegiatan yang mungkin dapat terjadinya peluang merugi.
  2. Mengurangi risiko. Yaitu tindakan yang dapat diambil untuk mengurangi resiko kerugian yang mungkin timbul.
  3. Menahan risiko. Berarti kita tidak melakukan apa-apa terhadap risiko tersebut dimana risiko itu tetap ada atau kita akan menahannya.
  4. Membagi risiko. Membagi risiko dengan pihak lain, potensi kerugian dapat dibagi dengan pihak yang bersangkutan.
  5. Mentransfer risiko. Berarti memindahkan risiko kerugian kepada pihak lain dan biasanya kepada perusahaan asuransi yang bersedia serta mampu memikul beban tersebut.

1. Risiko Umum. 
Berarti ada ketidakpastian terjadinya suatu kerugian atau hanya ada peluang merugi dan bukan suatu peluang keuntungan dengan kata lain, resiko murni adalah suatu yang terjadi tidak juga memberikan keuntungan.

2. Risiko spekulatif atau speculative risk. 
Adalah resiko yang berkaitan dengan terjadinya dua kemungkinan, antara lain peluang mengalami kerugian financial, dan peluang memperoleh keuntungan.

3. Risiko individu
Risiko pribadi adalah resiko yang mempengaruhi kapasitas atau kemampuan seseorang memperoleh keuntungan yang dapat disebabkan mati muda, uzur, cacat fisik, dan kehilangan pekerjaan.

4. Risiko harta 
adalah terjadi kerugian keuangan apabila kita memiliki suatu benda atau harta, dimana adanya peluang harta tersebut hilang, dicuri, atau rusak. Hilangnya suatu harta berarti suatu kerugian financial.

Risiko tanggung gugat adalah resiko yang mungkin kita alami atau derita sebagai tanggung jawab akibat kerugian atau lukanya pihak lain.

Pengertian Resiko dan Kaitannya dalam Dunia Asuransi

Memahami resiko dalam asuransi setidaknya Anda akan mendapatkan penjelasan mengenai hal-hal berikut ini:
  1. Mengidentifikasi resiko-resiko apa yang bisa dipertanggungkan melalui asuransi
  2. Memahami manajemen resiko (risk management) sehingga tujuan dan fungsi asuransi bisa didapatkan secara jelas.
  3. Mengetahui pengertian resiko secara umum
  4. Memahami resiko apa saja yang ada dalam asuransi secara umum

Pengertian Resiko Secara Umum

Secara lebih luas resiko didefinisikan sebagai bahaya, akibat atau konsekuensi yang bisa terjadi yang disebabkan oleh proses yang sedang berlangsung maupun kejadian tertentu yang akan terjadi di masa mendatang. 
resiko adalah hal yang selalu dihadapi oleh manusia dan sifatnya sangat tidak menentu. Oleh karena itu asuransi memandang resiko sebagai uncertainty atau ketidakpastian.

Dalam asuransi resiko bisa disebabkan oleh aktivitas personal (personal activity) ataupun aktivitas bisnis/usaha (business activity). 

Contoh resiko usaha adalah kebangkrutan, kehilangan ataupun kerusakan yang diakibatkan oleh berbagai macam hal seperti kebakaran, bencana alam dan lain sebagainya hal ini juga berlaku pada asuransi kesehatan, asuransi mobil, ataupun asuransi perjalanan.

Contoh resikopribadi adalah sakit, kecelakaan, maupun resiko finansial yang disebabkan oleh meninggalnya seseorang. 



Nah itulah ke 7 Jenis Dan Macam Resiko Yang Dapat Diasuransikan, semoga materi yang disampaikan bloggerntt.com dapat bermanfaat untuk Anda. 

Jika ada keluhan, saran maupun kritik, silahkan sampaikan lewat kolom komentar. Terima kasih. Salam

Penelusuran Terkait :

  • pengertian asuransi
  • jenis jenis asuransi
  • proses manajemen risiko
  • risiko spekulatif
  • insurable interest adalah
  • prinsip prinsip asuransi
  • pengertian asuransi secara umum
  • risk avoidance adalah

You Might Also Like:

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar