Skip to main content

follow us

Bloggerntt.com - Kumpulan Puisi tentang hari Kartini Terbaik dan Terbaru 2019, Dalam menyongsong Hari Kartini 2019, banyak sekali agenda yang dilakukan baik di tingkat pemerintahan, sekolah-sekolah, perguruan tinggi hingga ke pelosok desa turut andil dalam kegiatan memperingati Hari Kartini 2019 tahun ini. Ada banyak perlombaan yang di adakan, pentas seni, membaca pidato, fashion show memperingati hari Kartini dengan berbagai macam motif pakaian adat adaerah masing-masing.

Baca juga :

  1. Kumpulan ucapan Selamat Hari Kartini terbaik dan terbaru 2019
  2. Kumpulan Puisi tentang hari Kartini Terbaik dan Terbaru 2019
  3. Kumpulan Kartu ucapan hari Kartini terbaik dan terbaru 2019
  4. Kumpulan Kata Ucapan dan Puisi untuk Ibu Terbaik dan Terbaru 2019

Nah sob, salah satu kegiatan atau perlombaan yang sering dibuat pada saat perayaan hari Kartini adalah pembuatan puisi dalam perlombaan di sekolah dimulai dari tk, SD, SMP, SMA, hinggan Universitas atau perguruan tinggi. Ada yang membuat sendiri dan ada juga yang menggunakan hasil karya cipta orang lain.

Siapa itu Kartini?

Kartini adalah seorang wanita yang melopori kebangkitan Perempuan Pribumi. Lahir pada tanggal 21 April 1879 di Jepara memiliki nama lengkap Raden Adjeng Kartini. Pada masa itu beliau dikenal sebagai Raden Ayu Kartini adalah seorang Tokoh Jawa dan Pahlawan Nasional yang meninggal dunia pada tanggal 17 September 1904. Peringatan hari Kartini ditetapkan setiap tanggal 21 April.

Kumpulan Puisi tentang hari Kartini Terbaik dan Terbaru 2019

Untuk kesempatan kali ini, Admin Bloggerntt.com merangkum beberapa puisi tentang hari Kartini untuk Anda. Tentunya puisi tentang hari kartini ini adalah puisi terbaru dan terbaik di tahun 2019 ini.
1. PERJUANGAN IBU KARTINI
Karya : Bunda Nuni

 Dulu ibu kartini sama seperti wanita lain
Terkekang, terikat, mempunyai derajat rendah
Seperti dalam jeruji besi dengan keterpurukan itu
Ibu kartini berupaya mengubah derajat wanita lebih baik

Kau buat wanita sejajar derajatnya
Kau buat wanita bebas menyuarakan pendapat
Berkat ibu kartini wanita bebas bekerja,
Bebas menginspirasikan pendapat

Perjuangan dirimu
Memang tak sia-sia
Sekarang wanita sudah sama derajatnya seperti laki-laki
Sekarang wanita dihargai dan dipuji
Terima kasih ibu kartini
Terima kasih atas perjuangan dirimu
Sekarang wanita merdeka!

2. PUTRI BANGSA
Jiwa - jiwa yang dimuliakan Tuhan
Sosok putri yang lahir dari sebuah pandangan
Menentang adat untuk kemajuan
Engkaulah Putri bangsa

Ibu kita Kartini
Ibu yang membesarkan keseteraan
Ibu yang memperjuangkan derajat kesamaan
Tak mau di pandang lemah
Ibu kita menginginkan kemandirian

Ibu Kita kartini
Ibu yang bijak menata kehidupan
Menjalani masa dengan cita dan impian
Agar Putri bangsa tak sekedar penghias
Tak sekedar pemandangan
Namun juga,
Pejuang perubahan bangsa

3. PUISI RA KARTINI

 Namamu abadi di tangan masa
Atas jasa dan impian serta asa
Membawa kaum hawa pada kemerdekaan
Itulah engkau wahai sang putri bangsa

Tak peduli jiwa yang rapuh
Tetap mengayuh tanpa mengaduh
Hingga kehendak menjadi cita
Agar Perempuang tetap menjadi manusia

Qodrat tetaplah kodrat
Namun jiwa tak bisa dikekang
Begitulah cinta di balik karya tuhan
Takan berhenti maju meski terus berperang

Kau adalah pahlawan bangsa
Yang percaya pada kekuatan Tuhan
Habis Gelap Terbitlah Terang
Takan tenggelam sebuah harapan

Jasamu indah tertulis dengan tinta emas sang sejarah
Namamu dikenang setiap manusia nusantara

4. PUISI HARI KARTINI

 21 April 1964,
Engkau lahir menatap dunia
Menjadi perempuan nan ayu
Keindahan diantara parasmu
Tetap menjadikanmu luas berpengetahuan

Akal budimu menjelajah dunia
Membawa dunia di tangan hawa
Agar sejajar diantara kaum adam

Hari kartini,
Hari lahirmu,
Hari dimana Tuhan mengutusmu
Untuk perempuang yang terkungkung
Terkekang oleh jiwa jiwa yang terpenjara

Wahai Kartini
Selamat ulang tahun
Disana saksikanlah kami para perempuan
Tak tinggal berpangku tangan
Kamipun bisa,
Menjadi tunas bangsa kebanggaan agama

5. KARTINIKU PAHLAWANKU
by : Rifky Nur Ahdini

 Tak henti – hentinya aku mengucap syukur karena telah memiliki sosok ibu sepertimu
Kau rela memperjuangkan hidup dan matimu untuk melahirkanku kedunia ini
Rela menjagaku selama 9bln meski masih dalam kandungan
Dan rela menyitakan waktumu hanya untuk membesarkan dan mendidikku

Ibu.. Kasih sayangmu tak kan bertepi
Kepedulianmu selalu di hati
Kau pelipur lara yang kan abadi
Jiwaku hilang jika tanpamu
Baktiku hanya untukmu
Ketulusan hatiku kan ku lakukan hanya untuk membuatmu tersenyum
Meski lakuku selalu membuatmu sedih
Namun kau selalu mendoakan ku dalam setiap doa yang kau panjatkan
Kasih sayangmu tak kan bisa di bayar dengan uang
Kehadiranmu tak kan bisa di gantikan
Kebahagiaanmu adalah obat untuk langkah hidupku

Ibu.. kau selalu mengajarkan kebaikan untukku
Kau selalu mengingatkan ku jika ku berlaku dan berucap salah
Belaian kasihmu mampu mendamaikan hatiku
Terima kasih atas semua yang telah kau berikan pada malaikat kecilmu ini

Selamat hari ibu
Semoga Tuhan selalu menjaga ibu

6. BAGIMU SRIKANDI

 Tanah jawa sang tanah para pujangga
Tak lekang mengais kata
Untuk sang Srikandi Pejuang Wanita
Untuk Sang Kartini Pahlawan Bangsa

Tabir kecantikan menghiasi wajah
Menghela cinta di balik pasrah
Perempuan kau jadikan anugerah
Bukan sebagai alat segala nafsu

Wahai Srikandi,
Kau berjuang dari balik keayuan
Menuang keanggunan diantara impian
Untuk kebebasan, untuk keseteraan

Namamu abadi di tangan masa
Atas jasa dan impian serta asa
Membawa kaum hawa pada kemerdekaan
Itulah engkau wahai sang putri bangsa

Tak peduli jiwa yang rapuh
Tetap mengayuh tanpa mengaduh
Hingga kehendak menjadi cita
Agar Perempuang tetap menjadi manusia

Qodrat tetaplah kodrat
Namun jiwa tak bisa dikekang
Begitulah cinta di balik karya tuhan
Takan berhenti maju meski terus berperang

Kau adalah pahlawan bangsa
Yang percaya pada kekuatan Tuhan
Habis Gelap Terbitlah Terang
Takan tenggelam sebuah harapan

Jasamu indah tertulis dengan tinta emas sang sejarah
Namamu dikenang setiap manusia nusantara

7. PUTRI KSATRIA
Oleh: Pauline Angelina

 Hujan tiada berhenti
Kabut perlahan menyelimuti
Adat dan budaya berpilih kasih
Hak perempuan pun dibatasi

Tangis membanjir di pipi
Tak ada satu pun peduli
Sekalipun rintihan bertubi-tubi
Para insan berpura-pura tuli

Perempuan dikekang
Perempuan dilarang
Perempuan terbuang
Perempuan terbelakang

Lemah tak berdaya
Melawan pun tak kuasa
Hanya dapat berpasrah
Menerima siksaan jiwa

Dan semua itu kini sirna
Berkat sang putri ksatria
Wahai Kartini yang mulia
Jasamu sungguh tiada tara

Perempuan bebas
Perempuan lepas
Perempuan setara
Perempuan merdeka

Tak ada lagi luka
Tak ada lagi duka
Semua telah sirna
Berkat sang putri ksatria

Inilah hasil perjuangan
Jerih payah dalam pergolakan
Wahai Kartini yang diagungkan
Kau putri ksatria pujaan perempuan

Perjuangan Ibu R. A. Kartini
Demi bangsa Indonesia
Engkau rela mengorbankan
Jiwa dan raga Mu
Demi penduduk bangsa Indonesia
Engkau rela mengorbankan
Harta dan benda Mu
Nama Mu Takkan mungkin
Dapat terlupakan karena
Engkau bunga bangsa Indonesia
Belum sempat engkau merasakan
Kemerdekaan engkau telah
Gugur sebagai pahlawan Indonesia
Ibu R. A. Kartini engkau lah yang
Menjujung tinggi derajat wanita Indonesia
Jasa Mu tak akan mungkin di lupakan
Oleh penduduk Indonesia

8. PEJUANG PERUBAHAN BANGSA

 Ibu yang bijak menata kehidupan
Menjalani masa dengan cita dan impian
Agar Putri bangsa tak sekedar penghias
Tak sekedar pemandangan

Pejuang perubahan bangsa
Pejuang dari kaum hawa
yang terus memperjuangkan martabat kaum hawa
dengan segala ilmu pengetahuan

kau genggam ilmu itu
kau sebarkan untuk perempuan lain
agar terus berkarya
dan membela bangsa ini

9. EMANSIPASI WANITA INDONESIA

 Raden Ajeng Kartini
Kau lahir pada masa penjajahan
tumbuh menjadi sosok perempuan yang elok
berparas nan cantik dan berakal budi yang baik

Akal budimu menjelajah dunia
Membawa dunia di tangan hawa
Agar sejajar diantara kaum adam
Kau perjuangkan martabat kaum hawa

Untuk perempuang yang terkungkung
Terkekang oleh jiwa jiwa yang terpenjara
Kau bebaskan mereka dengan pengetahuanmu
Kau bela selalu kaum hawa

10. BAGIMU SRIKANDI

 Tanah jawa sang tanah para pujangga
Tak lekang mengais kata
Untuk sang Srikandi Pejuang Wanita
Untuk Sang Kartini Pahlawan Bangsa

Tabir kecantikan menghiasi wajah
Menghela cinta di balik pasrah
Perempuan kau jadikan anugerah
Bukan sebagai alat segala nafsu

Wahai Srikandi,
Kau berjuang dari balik keayuan
Menuang keanggunan diantara impian
Untuk kebebasan, untuk keseteraan

Puisi Kartini Karya Chairil Anwar

Ibuku, Kartiniku
Karya :Randy D'hotory

Belum lagi Ayam berkokok,
Matahari menampakan hidungnya di ufuk timur
belum lagi Panggilan Subuh datang
Engkau telah lebih dulu bangkit dari peraduanmu
Engkau lihat kami masih terlelap
Engkau tersenyum manis
Tetapi sebenarnya
Engkau akan menghadapi hari yang panjang
Penuh dengan onak dan duri
Lalu engkaupun Ke dapur
Engkau menanak Nasi buat Kami
Memasak makanan untuk sarapan pagi kami
Lalu bau yang harum itu sampai kehidungku
Aku terjaga,
Mencari sumber bau yang lezat itu
Ku lihat engkau berkeringat sendirian
Engkau pun menghela keringatmu,
Engkau Lihat diriku dari kejauhan
Engkau menghampiriku
Engkau tanyakan padaku apakah aku sudah lapar?
Belum,aku menjawab simpul,Aku beranjak ke kamarmandi
untuk berwudhu
Lalu setelah masakan semua selesai
Engkau memanggil namaku
Engkau titip pesan padaku agar menjaga adikku
dan menyiapkan sarapan buatnya
Aku menjawab iya
Tak kutanyakan lagi kemana engkau mau pergi?
karena aku sudah terbiasa dengan hal seperti ini
Engkau pergi mencari sesuap nasi untuk pagi esok
untuk menyambung hidup kami
Di dunia Fana ini
.......
Demikianlah setiap pagi engkau lalui
Bukan hanya pagi,Kuihat dirimu selalu berpeluh ketika pulang dari seberang
Membawa sayuran dan beras untuk esok pagi
Terkadang Kudapati kakimu terluka
Kulitmu terkelupas
atau tanganmu melebam
Bahkan menghitam
dan selalu saja dirimu berkeringat deras
Cangkul dan sabit yang kau bawa kuletakkan ke dapur
penuh dengan warna hitam dan coklat
Kulihat dari kejauhan engkau tersenyum,
Engkau mengeluarkan oleh-oleh kesukaan kami
Adik-adikku dengan segera berlarian
Mengambil oleh-oleh yang kau bawa
Kau tersenyum lagi
seolah tak terasa Kerasnya perjuangan mu
KAu tak pernah mengeluh
Untuk mendapatkannya
Ya,demi melihat senyum mengembang dari kami

.......
Waktupun berlalu,
Aku beranjak dewasa
Aku belum lupa semua hal itu
Ketika pertama kali kulihat senyummu
saat pertama kali aku membuka mataku melihat dunia yang fana Ini
Ketika pertama kali engkau membisikkan ketelingaku
Inilah DUNIA nak!
Akupun hanya menangis saat itu
menandakan aku memang tak berdaya tanpa dirimu
Engkau mengajarkanku berkata,engkau mengajarkanku untuk berdiri datas kakiku sendiri
Untuk Selalu bangkit setiap terjatuh dan terjatuh lagi
Engkau ,.,.,
Ah,tak terhitung Jasa mu Padaku
Engkau mengajarkan ku betapa pahitnya Dunia ini
Dan akupun merasakan manisnya dunia setelah kau tunjukkan padaku
Bagaimana cara menghadapi pahit itu
Engkau mengajarkanku untuk tidak pernah putus Asa
Engkau mengajarkanku Untuk selalu Ingat Kepada NYA
Engkau selalu mengajarkanku untuk Selalu Kuat
Kini Ku akui,aku masih Lemah
Saat Aku jauh darimu
TanpaMu,
Tanpa hadirmu,
Tanpa belaian kasih sayangmu,
Aku rasakan sekarang jauh darimu
Engkaulah matahariku
Engkaulah Embun Pagiku
Ibu engkaulah KartiniKu

Puisi Kartini Menangis

Ibuku Kartini
Harum namamu masih semerbak
Dari dulu ,kini dan akan datang
Engkau akan tetap dikenang

Ibuku Kartini
Maafkan aku
Yang hanya sekedar meniru
Caramu berbusana baju

Ibuku Kartini
Biarkan semangatmu yang membara
Mengalir dalam darah Indonesia
Meletup dalam setiap detak nadi
Berkobar dalam sorot mata generasi
Putra-putri ibu pertiwi

Ibuku Kartini
Cita-citamu menjadi obsesi
Yang terpatri di dalam hati
Bergerak dalam sikap
Bukan sebatas sajak kata harap

Ibuku Kartini
Perjuanganmu tak akan mati
Karena saat ini
Akan terbit edisi-esidi
Kartini-Kartini masa kini

Ibuku Kartini
Aku masih mengingatmu
Aku masih melantunkan lagumu
Walau aku tahu
Bukan lagu itu yang engkau harap dariku

Ibuku kartini
Hari ini aku rindu sekali ibu
Rindu hangatnya kasihmu
Rindu derasnya harapanmu
Yang dulu pernah engkau ajarkan padaku

Ibuku Kartini
Aku masih mengenangmu
Aku panjatkan doa selalu
Agar dedikasimu
Kian melekat erat dalam merah indonesiaku

Puisi Perjuangan Raden Ajeng Kartini


Raden Ajeng Kartini

RA Kartini…
Engkau berjuang demi bangsa Indonesia…
Engkau rela mengorbankan jiwa dan ragamu…
Engkau rela mengorbankan harta bendamu…
Namamu takkan mungkin dilupakan…
Karena engkau bunga bangsa Indonesia…
Engkau belum sempat merasakan kemerdekaan…
Karena engkau telah gugur sebagai pahlawan…

RA Kartini…
Engkau yang menjunjung tinggi derajat wanita…
Jasamu tak mungkin dilupakan…
Terima kasih RA Kartini…

Puisi Ibu Kita RA Kartini


Adalah Raden Ajeng Kartini

Semburat cahaya
memancar dari ufuk timur
Memancarkan harapan
dan semangat bagi perempuan Indonesia

yang pernah terlelap
dalam belenggu ketakutan
yang ditebarkan
oleh mereka
yang hanya ingin menempatkan perempuan
sebagai manusia kelas dua

Adalah Raden Ajeng Kartini
sang pendobrak kemapanan
perempuan yang tidak mau
dianggap remeh

Kehadirannya ibarat
secercah cahaya dari ufuk timur
mengusir kegelapan
yang meliputi kaum perempuan

Adalah Kartini
yang berani mengungkapkan
semangatnya untuk mengubah
nasib para perempuan di Indonesia

Adalah Kartini
yang tulisan-tulisannya
telah memberi semangat
dan inspirasi yang tak terbatas

Adalah Kartini
sang pahlawan Emansipasi wanita

Puisi Kartini Indah

Demi bangsa Indonesia
Engkau rela mengorbankan
Jiwa dan raga Mu
Demi penduduk bangsa Indonesia
Engkau rela mengorbankan
Harta dan benda Mu
Nama Mu Takkan mungkin
Dapat terlupakan karena
Engkau bunga bangsa Indonesia
Belum sempat engkau merasakan
Kemerdekaan engkau telah
Gugur sebagai pahlawan Indonesia
Ibu R. A. Kartini engkau lah yang
Menjujung tinggi derajat wanita Indonesia
Jasa Mu tak akan mungkin di lupakan
Oleh penduduk Indonesia

Puisi Ibu Kartini II

Raden Ajeng Kartini...
Kau adalah wanita sejati
Cita -citamu luhur ingin memajukan kaummu
Tak gentar kau melawan takdirmu
Demi kebangkitan kaummu

Raden Ajeng Kartini...
Kau adalah teladan bagi kami
Kau sejajarkan kami di mata dunia
Kau adalah cerminan bagi kami

Raden Ajeng Kartini...
Dunia kami cerah karenamu
Kini mereka tak memandang rendah pada kami
Kini kami bangga sebagai wanita
Karena kami adalah kehormatan negeri ini

Raden Ajeng Kartini...
Kami berjanji padamu
Untuk memajukan negeri kami
Ingin kami berjuang mengisi kemerdekaan
Dengan ilmu dan kasih sayang kami
Demi mewujudkan cita - cita luhurmu

Puisi Ibu Kartini III

Ibu Kartini ...
Meski kou telah tiada
Namun semangatmu yang membara
Masih membajar hati kaum wanita Indonesia

Lihatlah kini kartini-kartini Modern
Yang terus berjuang dalam semangatmu

Ingin kurasakan lagi hadirmu
Yang selalu menyemangati jiwa
Dan mengingatkan kembali
Bahwa habis gelap pasti terbitlah terang.

Puisi Kartini Singkat

R.A Kartini

Karya : Bunda Ruby

Raden Ajeng Kartini
Sangat harum namanya
Raden Ajeng Kartini
Seorang putri sejati
Putri Indonesia
Yang telah membangkitkan jiwa perempuan
Dan menjunjung tinggi martabat perempuan
Agar kaum perempuan ,
Mendapatkan hak asasinya sebagai perempuan
Agar dapat dihormati dan dihargai
Oleh kaum laki-laki
Dan sebagai perempuan Indonesia
Harus bisa menjaga kehormatannya,
Agar tidak dijajah kaum laki-laki
Yang tidak bertanggung jawab.

Kumpulan Pantun Hari Kartini 2019


1. Si Doni jalan-jalan ke gua
Pulangnya bawa es kelapa
R.A Kartini memang mulia
Berjuang demi emansipasi wanita

2. Cari serangga bareng si Doni
Tapi pulang malah bawa ikan
Kami bangga dengan R.A Kartini
Jasanya tidak akan terlupakan

3. Si Andi gayanya tengil
Pergi ke sawah pakai peci
Eh ini tanggal 21 April
Jangan lupa ucapkan selamat Hari Kartini

4. Semua pahlawan harus pemberani
Berani membasmi pejahat dan juga pencuri
Ayo kawan seperti R.A Kartini
Berjuang demi bangsa sendiri.


Puisi ARA Kartini untuk anak SD


Perjuanganmu
Andro, SD Kwitang VI PSKD

Meski kau telah tiada
Namun semangatmu yang membara
Masih membayar hati kaum wanita Indonesia
Lihatlah kini kartini-kartini modern
Yang terus berjuang dalam semangatmu
Maafkan aku yang terlalu tenggelam dalam kesibukanku
Hingga hampir melupakan jasamu
Yang telah mengangkat derajat kaumku wanita
Wahai Ibu Kartini
Hadirmu cerahkan nurani
Perjuanganmu menjadi obsesi
Dan jasamu telah terpatri dalam insane pertiwi
Ingin kurasakan lagi hadirmu
Yang selalu menyemangati jiwa
Dan mengingatkan kembali
Bahwa habislah gelap terbitlah terang
Maka sebagai wujud penghormatan kami
Hari kelahiranmu kami peringati
Selamat hari Kartini


Ibu Kita Kartini
Fani, SD Kwitang VI PSKD

Ajeng…
Dirimu indah…
Kartini, itulah kamu dikenal…
Namamu bagai lukisan yang penuh warna…

Terang kini telah terbit…
Senyum telah kembali bangkit…
Yang berlalu takkan pernah diungkit…
Kami inilah para penerusmu Kartini…

Betapa agung perjuanganmu…
Kini aku bisa ikut berbangga…
Melihat hasil perjuanganmu…
Sekarang para Kartini muda…

Nah sob, sekian artikel Kumpulan Puisi tentang hari Kartini Terbaik dan Terbaru 2019, semoga bermanfaat. Salam!

You Might Also Like:

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar